Perspectives News

Pendiri Ahimsa Prosperity Group Dedikasikan Lini Bisnisnya untuk Kemakmuran Bersama

 

 

Foto bersama usai acara ramah tamah pendiri Ahimsa Prosperity Group, I Made Sukanaya dengan sejumlah media, di 35"Degrees Bar & Resto, di Jimbaran, Minggu (18/1/2026). (Foto: Ist)

BADUNG, PERSPECTIVESNEWS- Pendiri Ahimsa Prosperity Group, I Made Sukanaya bukanlah pebisnis pada umumnya. Semua lini bisnisnya didedikasikan bagi kemakmuran bersama khususnya mereka yang dalam kekurangan.

“Artinya, saya tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi bagaimana bisnis ini bisa menjadikan sarana memakmurkan masyarakat khususnya mereka yang kurang mampu,” ungkap Pak Made-sapaan karibnya pada acara Ramah Tamah dengan sejumlah media di 35"Degrees Bar & Resto, di Jimbaran, Minggu (18/1/2026).  

Lebih suka bekerja di belakang layar, Pak Made menjalankan bisnisnya dengan konsep Awatara yaitu menyelamatkan, memberi lapangan kerja serta memakmurkan masyarakat kurang mampu.

Awalnya, sebut Pak Made, dirinya mendirikan bisnis pertama yakni Warung Babi Guling Made Jimbaran yang berlokasi di Jalan Kampus Udayana, Jimbaran Bali pada saat Covid-19. 

Berdirinya warung tersebut berawal dari seorang ibu yang butuh susu untuk anak bayinya. Rasa kemanusiaan dan rasa kasihan membuatnya mendirikan warung dan mempekerjakan ibu tersebut.

“Selanjutnya, saya mendirikan usaha cuci mobil bernama Happy Car Wash Detailing. Sukses dengan usaha cuci mobil tersebut, lanjut saya membuka usaha restoran bernama 35”Degrees Bar & Resto, Vitamin Sea Sunset Bar, Warung Meating, Warung Pempek Cinta dan The Luvin Resto yang saat ini sedang dalam pengerjaan,” urai Pak Made.

Membangun beberapa perusahaan bukanlah niat Pak Made untuk mencari keuntungan dan memperkaya diri.

Dengan visi misi kemanusiaan, dirinya ingin membuka lapangan kerja seluas-luasnya yang bermanfaat untuk sesama.

"Saya membuat usaha ini hanya ingin menciptakan kemakmuran dan mengurangi penderitaan keluarga. Dengan konsep membuka lapangan kerja, kita bisa membantu keluarga yang kurang mampu. Saya hanya menciptakan dan menganalisa. Dari analisa itu saya mengetahui masalah terbesar keluarga adalah masalah ekonomi," ucapnya. 

Ia mengaku tergerak menjalankan usaha yang disebut dengan Darma Usaha yaitu usaha yang didirikan bukan untuk kepentingan pribadi atau menguntungkan diri sendiri melainkan untuk membantu masyarakat yang kekurangan.

"Kita tidak terikat dengan status, tidak terikat dengan hubungan, kita hanya terikat dengan kebenaran. karena di mata Tuhan, kita semua sama. Jadi siapapun dia, harus kita bantu. Usaha ini milik bersama, majukan usaha ini menjadi besar agar nanti bisa sebagai penyelamat dalam sisi kehidupan sandang, pangan dan papan," imbuhnya.

Ia menegaskan akan membantu masyarakat kurang mampu jika mereka benar-benar membutuhkan pertolongan melalui keuntungan dari bisnis yang didirikannya seperti biaya sekolah, UMKM dan sebagainya.

"Saya melayani Darma Usaha yang bernama Tapa Tria Marga yang artinya kita bekerja mengabdi kepada Tuhan dengan tanpa terikat hasil. Memang susah dilakukan tetapi hasilnya sangat bagus. Biarkan Tuhan yang mengatur," tutupnya.

Pada acara ramah tamah tersebut, hadir seluruh manajer dari masing-masing usaha di bawah naungan PT. Ahimsa Prosperity Group diantaranya: Yanti Camelia Head Manager, Agung Sri Devi Manager Operasional 35"Degrees, I Made Artatenaya selaku Manager Vitamin Sea Sunset Bar, I Gde Agung Ramanda Pinangguh sebagai Manager Warung Meating, Rina selaku Manager Warung Empek2 Cinta dan Deddy (Manager Babi Guling). (lan/*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama