Pemimpin Wilayah BULOG Bali Muhamad Anwar.saat memaparkan stok pangan jelang HBKN di acara Buka Bersama BULOG Bali Pers, di Denpasar, Selasa (10/3/2026). (Foto: Lan)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Perum BULOG memastikan
ketersediaan stok pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng dalam kondisi
sangat aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan
tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), termasuk dalam
menghadapi momentum hari besar keagamaan nasional (HBKN) maupun dinamika situasi geopolitik
global.
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal
Ramdhani dalam keterangannya pada Senin (9/3/2026) di Jakarta menyampaikan, per
hari tersebut, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Perum BULOG
mencapai 3,74 juta ton.
Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus meningkat seiring
dengan kegiatan penyerapan gabah dan beras dalam negeri yang tengah berlangsung
di semua daerah.
“Stok beras yang dikuasai BULOG saat ini berada pada level
yang sangat kuat, yakni sekitar 3,74 juta ton. Dengan adanya panen di berbagai
daerah serta upaya penyerapan yang terus kami lakukan, kami memproyeksikan stok
tersebut akan meningkat dan pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga
5 juta ton,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, BULOG Kanwil Bali juga
memastikan pasokan beras dan minyak goreng tetap terjaga di Provinsi Bali. Hal
ini didukung oleh berbagai pihak guna menjaga ketersediaan pangan.
Dengan kondisi tersebut, BULOG Kanwil Bali memastikan bahwa
ketersediaan beras dan minyak goreng untuk masyarakat dalam kondisi aman
terutama menjelang 2 hari besar keagamaan di Provinsi Bali yaitu Hari Raya
Nyepi Tahun Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 H.
“Dengan stok beras yang kuat dan dukungan pasokan minyak
goreng serta kerjasama yang baik dari berbagai sektor antara lain, Tim Satgas
Pangan, Pemerintah Daerah, Dinas Terkait, dan stakeholder lainnya, kami
memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
di Provinsi Bali,” ujar Pemimpin Wilayah BULOG Bali Muhamad Anwar.
Selain dua komoditas utama tersebut, ketersediaan bahan
pokok lainnya juga terpantau mencukupi. Berdasarkan pemantauan di lapangan,
harga berbagai komoditas sembako relatif stabil dan terkendali di Provinsi
Bali.
Sehubungan dengan itu, masyarakat Bali diimbau untuk tetap
berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara
berlebihan.
“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan
nasional khususnya Provinsi Bali dalam kondisi aman dan pemerintah terus
memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan
berbelanja secara wajar,” pungkas Muhamad Anwar.
BULOG Bali bersama pemerintah terus melakukan berbagai
langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, termasuk melalui
penguatan distribusi, penyerapan produksi dalam negeri, pelaksanaan berbagai
program stabilisasi pangan, dan kerjasama yang baik antar berbagai stakeholder
yang menangani pangan di Provinsi Bali. (lan)
