Wabup Ipat melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) bersama Dandim 1617 Jembrana, Letkol Inf. Sy. Gafur Thalib sebagai tanda dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda di dua titik wilayah Kecamatan Mendoyo, Senin (30/3/2026). (Foto: Hms Jbr)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Pemerintah Kabupaten
Jembrana berkolaborasi dengan TNI AD melalui Kodim 1617 Jembrana melaksanakan groundbreaking
pembangunan Jembatan Perintis Garuda di dua titik wilayah Kecamatan Mendoyo,
Senin (30/3/2026).
Dua lokasi pembangunan jembatan tersebut berada di Banjar
Sekar Kejulo Kelod, Desa Yehembang Kauh dan Banjar Nusamara, Desa Yehembang
Kangin.
Pembangunan Jembrana Perintis Garuda ini diharapkan menjadi
urat nadi baru yang memperkuat konektivitas serta mendongkrak roda ekonomi
antar desa di wilayah tersebut.
Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) melakukan
peletakan batu pertama (groundbreaking) bersama Dandim 1617 Jembrana,
Letkol Inf. Sy. Gafur Thalib sebagai tanda dimulainya pembangunan jembatan
strategis ini.
Ia menegaskan, kolaborasi dengan TNI merupakan langkah
taktis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah yang sulit
dijangkau.
"Sinergi antara Pemkab Jembrana dan TNI adalah bukti
nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Jembatan Garuda ini bukan sekadar
bangunan fisik, tapi jembatan harapan bagi warga untuk akses ekonomi yang lebih
baik," ujar Wabup Ipat di lokasi kegiatan.
Wabup Ipat menambahkan, sejak tahun 2022 jembatan yang ada
ini terputus aksesnya akibat bencana banjir bandang.
"Dengan adanya groundbreaking hari ini,
diharapkan akses bagi kurang lebih 19 KK yang terdampak bisa kembali pulih.
Tadi saya juga mendengar banyak murid sekolah yang harus tinggal kos di sebelah
karena putusnya akses ini. Mudah-mudahan program ini bisa segera mengembalikan
akses tersebut," ungkapnya.
"Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak
Panglima TNI, Bapak Pangdam, Bapak Dandim beserta jajaran, dan Bapak Kasad yang
saya hormati. Mudah-mudahan pembangunan ini bisa menyentuh lebih banyak
masyarakat kita," tambahnya.
Dalam sambutan Pangdam IX/Udayana yang dibacakan Kasdam
Brigjen TNI Taufiq Hanafi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan
bagian dari program nasional tahap 3 dan 4 dengan total 376 titik di seluruh
Indonesia.
Khusus di wilayah Kodam IX/Udayana, direncanakan pembangunan
24 titik jembatan gantung yang tersebar di tiga wilayah Korem.
Program ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur. Dengan
adanya jembatan tersebut, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih lancar,
aktivitas ekonomi meningkat, serta akses terhadap pendidikan dan layanan publik
semakin mudah. (prokopim Jbr)
