Bupati Kembang Hartawan melepas keberangkatan 797 santri asal Kabupaten Jembrana untuk menimba ilmu ke berbagai pondok pesantren melalui program prioritas inovatif bertajuk ‘Santri Harmoni’, Senin (30/3/2026). (Foto: Hms Jbr)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Satu persatu program prioritas
pasangan Kembang-Ipat sudah berhasil direalisasikan. Pada Senin (30/3/2026), suasana
haru dan bangga menyelimuti Terminal Negara.
Sebanyak 797 santri asal Kabupaten Jembrana resmi dilepas
oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan untuk kembali menimba ilmu ke
berbagai pondok pesantren melalui program prioritas inovatif bertajuk ‘Santri
Harmoni’.
Program ini menjadi komitmen nyata Pemerintah Daerah dalam
mendukung investasi jangka panjang bagi generasi muda Jembrana dalam mengenyam
pendidikan keagamaan.
Pemerintah daerah sendiri telah menganggarkan sebesar Rp 200
juta rupiah dalam bentuk akomodasi bus untuk para santri yang akan pergi ke
pondok pesantren.
Dalam sambutannya, Bupati Jembrana menekankan bahwa
kehadiran Pemkab Jembrana bukan sekadar melepas, melainkan mengantar dengan
tanggung jawab. Disebutkan, program ‘Santri Harmoni’ sebagai langkah serius,
bukan sekadar program coba-coba.
"Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi momen haru.
Ada orang tua yang melepas anaknya, ada anak-anak yang akan memulai perjalanan
baru. Kita ingin anak Jembrana tidak hanya pintar akademik, tapi kuat akhlak
dan karakternya. Pesantren adalah tempat terbaik membentuk kepribadian
itu," ujar Bupati di hadapan para tokoh agama dan orang tua santri.
Bupati juga memberikan pesan khusus kepada para santri yang
disebutnya sebagai ‘orang-orang pilihan’. Bupati menitipkan tiga pesan utama
sebagai bekal di perantauan: menjaga niat belajar yang sungguh-sungguh,
menghormati guru serta orang tua, dan senantiasa menjaga akhlak.
"Di pesantren mungkin tidak senyaman di rumah. Harus
bangun pagi, disiplin, dan mandiri. Namun di situlah kalian ditempa untuk
menjadi generasi yang membanggakan Jembrana di masa depan," imbuhnya
memberi motivasi.
Kepada para orang tua, bupati berpesan agar senantiasa
memberikan doa terbaik bagi putra-putri mereka. Diyakini bahwa kekuatan doa
orang tua akan memudahkan langkah anak-anak dalam menuntut ilmu.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan
keberangkatan iring-iringan bus yang membawa para santri menuju pondok
pesantren masing-masing dengan total 63 pondok pesantren tujuan dengan membawa
harapan besar bagi kemajuan pendidikan di Bumi Makepung. (prokopim)
