Pemedek padati Pura Ulun Danu Batur serangkaian Karya Ngusaba Kadasa, pada Hari Pagerwesi, Buda Kliwon Sinta (8/4). Foto: Hms. Prov. Bali.
BANGLI, PERSPECTIVESNEWS – Ribuan umat Hindu dari berbagai penjuru Bali memadati Pura Ulun Danu Batur bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi (Buda Kliwon Sinta), Rabu (8/4). Kedatangan pamedek ini berbarengan dengan rangkaian Karya Ngusaba Kedasa yang tengah berlangsung di pura tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme umat sudah terlihat sejak pagi hari. Meski volume kendaraan meningkat tajam, arus lalu lintas di sekitar kawasan pura tetap terkendali berkat sinergi antara pecalang dan aparat kepolisian yang melakukan pengaturan ketat.
Sistem alur masuk dan keluar pamedek diatur secara sistematis mulai dari area nista mandala, madya mandala, hingga utamaning mandala. Pola ini terbukti efektif menjaga ketertiban, sehingga umat dapat melaksanakan persembahyangan dengan khusyuk meski di tengah keramaian.
Sinoman Pura Ulun Danu Batur, Guru Made Revolusi, mengonfirmasi adanya lonjakan signifikan jumlah kunjungan pada hari ini. "Dibandingkan hari-hari sebelumnya, hari ini terjadi peningkatan pamedek yang sangat besar karena bertepatan dengan Pagerwesi," jelasnya.
Momentum Pagerwesi kali ini juga diisi dengan pelaksanaan Bhakti Penganyar oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Karangasem. Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, serta Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, tampak hadir memimpin rombongan perangkat daerah masing-masing untuk ngaturang bhakti.
Suasana religius semakin kental dengan adanya prosesi ngayah dari umat sedharma yang mementaskan tarian sakral, mulai dari Tari Rejang, Baris, hingga Topeng sebagai persembahan suci.
Di sisi lain, aspek kebersihan menjadi perhatian utama panitia. Prawartaka Karya secara konsisten mengimbau pamedek untuk bertanggung jawab terhadap sisa sarana pamuspan mereka.
“Kami mengajak seluruh pamedek untuk secara mandiri membersihkan sisa bunga atau sarana persembahyangan lainnya. Tujuannya agar pelataran tetap resik (bersih) dan nyaman bagi pemedek gelombang berikutnya,” ujar Jro Dalang, salah satu Prawartaka Karya Ngusaba Kedasa 2026.
Selain imbauan mandiri, panitia juga menyiagakan petugas khusus untuk membersihkan area asagan (tempat banten) secara berkala. Sebagai informasi, puncak Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur telah berlangsung pada 2 April lalu dan upacara akan nyejer selama 11 hari hingga prosesi penyineban. (*)