Perspectives News

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Banjar Tengah Renon, Serahkan Hibah Rp400 Juta


Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara hadiri rangkaian Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit di Peryangan Ida Ratu Gede Begawan Penyarikan, Banjar Adat Tengah, Renon, Kamis (2/4). Foto: Hms.Dps. 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Bertepatan dengan momentum suci Purnama Sasih Kadasa, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit di Peryangan Ida Ratu Gede Begawan Penyarikan, Banjar Adat Tengah, Renon, Kamis (2/4).

​Kehadiran orang nomor satu di Denpasar ini tidak hanya untuk menyaksikan prosesi sakral, tetapi juga memberikan dukungan nyata berupa penandatanganan prasasti dan penyerahan bantuan dana hibah sebesar Rp400 juta guna menunjang kelancaran upakara.

​Dalam sambutannya, Wali Kota Jaya Negara memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas warga Banjar Tengah Renon. Baginya, keberhasilan menyelenggarakan upacara besar secara swadaya dan gotong royong adalah bukti nyata luhurnya nilai budaya Bali yang masih mengakar kuat di tengah modernitas kota.

​"Pelaksanaan karya ini adalah cerminan kekompakan krama. Semangat gotong royong inilah yang menjadi fondasi kita dalam memohon anugerah kerahayuan serta kerukunan hidup bermasyarakat," ujar Jaya Negara.

​Wali Kota juga memaparkan makna mendalam dari Ngenteg Linggih, yakni prosesi sakral untuk memohon agar Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan menetapkan stana-Nya (ngenteg) di tempat suci tersebut, sekaligus memancarkan perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh umat.

​Parwantaka (Panitia) Karya, I Made Suwena, mengungkapkan bahwa upacara ini merupakan momen yang sangat dinantikan oleh krama setempat. Meskipun secara ideal dilaksanakan setiap 30 tahun sekali, di pura ini upacara serupa belum pernah dilaksanakan sebelumnya.

​"Berdasarkan kesepakatan 190 kepala keluarga, kami akhirnya melaksanakan upacara ini secara swadaya yang didukung penuh oleh hibah Pemerintah Kota Denpasar. Ini adalah tonggak sejarah bagi krama Banjar Adat Tengah Renon," jelas Suwena.

​Rangkaian upacara telah dimulai sejak 22 Maret lalu dan puncaknya dilaksanakan pada Kamis (2/4), yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wanasari Sanur. Sebelumnya pada 22 Maret telah dilaksanakan upacara nunas toya dan melaspas taring. Pada 31 Maret dilaksanakan upacara melasti ke segara. Pada puncak karya, dilaksanakan upacara Pedudusan Alit dan Ngenteg Linggih. Upacara akan masineb pada 5 April mendatang. (Ayu/humas.Dps) 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama