Perspectives News

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Upacara Mlaspas Balai Banjar Sawah, Pedungan


Wali Kota Denpasar Jaya Negara melakukan penandatanganan prasasti serangkaian peresmian dan Melaspas Banjar Sawah, Desa Adat Pedungan, Kamis (2/4). Foto: Hms. Dps. 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Bertepatan dengan hari suci Purnama Kedasa, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, meresmikan sekaligus menghadiri upacara Melaspas lan Mendem Pedagingan Balai Banjar Sawah, Desa Adat Pedungan, Kamis (2/4).

​Peresmian ini menandai tuntasnya pembangunan fasilitas adat tersebut yang didukung penuh oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui bantuan hibah fisik dan upakara dengan total nilai mencapai Rp700 juta.

​Dalam prosesi yang berlangsung khusyuk tersebut, Wali Kota Jaya Negara menandatangani prasasti peresmian dan menyerahkan bantuan dana upakara sebesar Rp200 juta melalui Bagian Kesra Setda Kota Denpasar.

​Sebelumnya, pembangunan fisik Balai Banjar Sawah juga telah menyerap bantuan hibah sebesar Rp500 juta dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar.

​"Pemerintah Kota Denpasar senantiasa hadir mendukung upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Balai Banjar adalah jantung aktivitas sosial, dan kami berkomitmen memastikan fasilitas ini representatif bagi warga," ujar Jaya Negara.

​Wali Kota Jaya Negara memuji kekompakan krama Banjar Sawah yang berhasil menuntaskan pembangunan hingga pelaksanaan upacara suci secara labda karya. Ia menekankan bahwa bangunan fisik hanyalah sarana, namun roh utamanya terletak pada kebersamaan warga.

​"Semangat gotong royong ini adalah nilai luhur yang harus diwariskan. Semoga dengan balai banjar yang baru dan telah disucikan ini, krama dianugerahi kerahayuan dan semakin semangat dalam berorganisasi," imbuhnya.

​sementara itu, Kelian Adat Banjar Sawah, I Made Gautama Yasa, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Pemkot Denpasar. Ia menjelaskan bahwa upacara melaspas ini bertujuan untuk mensucikan bangunan secara sekala dan niskala sebelum digunakan secara penuh oleh masyarakat.

​"Kami berharap Balai Banjar Sawah ini menjadi pusat kegiatan yang optimal, mulai dari urusan adat, sosial kemasyarakatan, hingga pengembangan budaya bagi generasi muda kami," kata Gautama Yasa. (Humasdps/win) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama