Perspectives News

Akselerasi Transformasi Posyandu di Buleleng, TP Posyandu Bali Salurkan Bantuan untuk 110 Kader


Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali menyerah bantuan kepada kader di dua lokasi strategis di Kabupaten Buleleng, yakni Desa Padangbulia di Kecamatan Sukasada dan Desa Sembiran di Kecamatan Tejakula pada Senin (20/7). (Foto: Humas-Prov.Bali) 


BULELENG, PERSPECTIVESNEWS – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali kembali bergerak cepat menggelar sosialisasi transformasi Posyandu sebagai tindak lanjut atas implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024. Sosialisasi kali ini menyasar dua lokasi strategis di Kabupaten Buleleng, yakni Desa Padangbulia di Kecamatan Sukasada dan Desa Sembiran di Kecamatan Tejakula pada Senin (20/7/2026).

Khusus di Desa Sembiran, agenda kegiatan dirangkaikan dengan penyerahan bantuan aksi sosial kepada para kader Posyandu. Langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian nyata dan apresiasi tinggi atas dedikasi tanpa pamrih yang ditunjukkan para kader dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Sesuai dengan regulasi teranyar dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, transformasi ini menempatkan Posyandu sebagai pusat pelayanan terpadu yang komprehensif. Peran Posyandu kini tidak lagi sebatas melayani bidang kesehatan ibu dan anak, melainkan mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Keenam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menegaskan bahwa perluasan fungsi ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk menambah beban kerja para kader di lapangan. Pelayanan terhadap enam bidang SPM tersebut akan dilaksanakan secara sinergis, dengan tetap menempatkan kader sebagai penghubung krusial antara masyarakat dan pihak pemerintah.

“Tugas kader adalah menampung aspirasi serta mencatat dan mendata permasalahan yang terjadi di lapangan. Data tersebut kemudian diteruskan kepada pengurus dan perangkat desa untuk ditindaklanjuti oleh instansi sesuai bidang kewenangannya,” ujar Putu Anom Agustina saat memberikan sosialisasi di Wantilan Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Lebih lanjut, ia menjelaskan mekanisme kerja baru ini. Ketika Posyandu membuka pelayanan, masyarakat dapat datang langsung untuk menyampaikan kebutuhan atau persoalan spesifik yang mereka hadapi. Setelah melakukan pencatatan dan memeriksa kelengkapan administrasi, kader dapat melaksanakan kunjungan lapangan apabila diperlukan. Hasil dari verifikasi lapangan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari instansi yang berwenang.

Menurut Putu Anom Agustina, kader memiliki peran yang sangat strategis sebagai jembatan informasi. Melalui penguatan peran ini, masyarakat diharapkan mampu memperoleh pelayanan publik yang lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMD Dukcapil) Provinsi Bali, Made Dwi Dewata, turut menyampaikan bahwa paket bantuan ini merupakan wujud apresiasi mendalam dari Ketua TP Posyandu Provinsi Bali atas ketulusan para kader dalam melayani warga.

Di Desa Sembiran, bantuan diserahkan secara simbolis kepada 110 kader yang berasal dari delapan Posyandu di enam dusun. Masing-masing kader menerima paket logistik berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.

“Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kepada para kader yang telah bekerja dengan tulus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, sebelum melaksanakan tugas, para kader juga harus memahami esensi tugasnya agar tidak mengalami hambatan dan seluruh proses pelayanan dapat berjalan sesuai alur,” kata Made Dwi Dewata mengingatkan.

Aksi sosial serupa tidak berhenti di satu titik. Di lokasi kedua, yakni di Desa Padangbulia, bantuan dengan jenis dan komposisi yang sama juga diserahkan kepada 74 orang kader yang menggerakkan 10 Posyandu di desa setempat.

Melalui rangkaian sosialisasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Pulau Dewata, TP Posyandu Provinsi Bali berharap seluruh kader memiliki kesamaan visi dan pemahaman mengenai transformasi Posyandu. Dengan pemahaman yang solid, para kader diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangannya, sekaligus mengukuhkan posisi Posyandu sebagai garda terdepan dalam mendukung pelayanan dasar yang berkualitas serta inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama