JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Ratusan peserta yang
berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Jembrana antusias mengikuti program ‘Ngaben
Massal (Atma Wedana) Gratis’ yang menjadi salah satu dari 24 Program Unggulan
Kembang - Ipat.
Program ini terbukti menjadi angin segar bagi masyarakat
karena mampu memangkas beban biaya upacara hingga jutaan rupiah.
Untuk tahun 2026, pelaksanaan program ‘Ngaben Massal Gratis’
ini dilaksanakan di Kecamatan Jembrana, yang dipusatkan di Lapangan Desa Adat
Yeh Kuning.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang hadir
ngupasaksi pada karya ngaben massal tersebut, Selasa (28/7/2026) malam mengaku
bahagia melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dalam menuntaskan
salah satu baktinya terhadap leluhur.
Bupati Kembang yang didampingi Ketua DPRD Jembrana, Ni Made
Sri Sutharmi menambahkan, program ini hadir sebagai bentuk komitmen nyata
pemerintah daerah di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga
kelestarian adat dan budaya tanpa membebani perekonomian warga.
"Upacara adat dan keagamaan adalah kewajiban kita
sebagai krama Bali, tetapi jangan sampai hal tersebut menjadi beban finansial
yang berat bagi warga. Melalui program Ngaben Massal Gratis ini, kita ingin
memastikan seluruh lapisan masyarakat bisa menunaikan kewajiban kepada leluhur
dengan layak, khidmat, dan tanpa rasa cemas soal biaya," ungkapnya.
Masyarakat mengaku sangat terbantu, mengingat krama Bali
biasanya harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk menggelar upacara Pitra
Yadnya secara mandiri.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak
Bupati Kembang dan Wabup Ipat. Kalau bikin sendiri biayanya sangat besar, bisa
habis belasan hingga puluhan juta. Dengan adanya program gratis ini, kami
benar-benar merasa diringankan," ujar salah satu warga peserta ngaben massal
di lokasi acara.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara menyampaikan program unggulan seperti
ngaben massal dan metatah massal diampu oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kabupaten Jembrana.
Ia mengatakan, untuk tahun 2026 ini, dilaksanakan di
Kecamatan Jembrana. Namun pesertanya seluruh Kabupaten Jembrana. Tahun lalu di
Kecamatan Mendoyo juga seperti itu, pesertanya dari seluruh Kabupaten Jembrana.
"Jadi bergilir setiap kecamatan, namun untuk pesertanya
terbuka untuk semua masyarakat Jembrana. Untuk total peserta sendiri yang
nyekah itu ada 108 peserta, dan ngelungah sebanyak 79 sawa. Jadi rangkaian
acara ngaben massal gratis ini, puncaknya hari besok, di hari Purnama Sasih
Karo," pungkasnya.
Selain menghemat biaya hingga jutaan rupiah per keluarga,
program ini juga dinilai efektif mempererat tali silaturahmi dan semangat
gotong royong antarwarga.
Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus melanjutkan dan
mengoptimalkan program-program sosial keagamaan serupa demi kesejahteraan
masyarakat Jembrana. (prokopim jbr)
