Pementasan Barong Dance yang memukau para pengunjung Parade Gebogan dan Beleganjur di DTW Ulun Danu Beratan, Tabanan, Kamis (2/7/2026). (Foto: perspectives)
TABANAN,
PERSPECTIVESNEWS- Atraksi
wisata yang digelar sejak tahun 2018 di DTW Ulun Danu Beratan, Bedugul, Tabanan
yakni Parade Gebogan dan Beleganjur, dikemas dengan mengangkat kearifan lokal budaya
setempat. Tujuannya untuk mengerek jumlah pengunjung.
Disampaikan
Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra, even yang sudah berjalan sejak
tahun 2018 itu (sempat vakum karena pandemi Covid-19), memang menjadi salah
satu sarana promosi untuk mendongkrak jumlah pengunjung ke Ulun Danu Beratan.
“Selain
menjadi bagian dari agenda rutin tahunan, jelas even yang melibatkan 1.500 seniman
(penari) dan banyak melibatkan siswa sekolah ini, bertujuan mendongkrak jumlah
wisatawan yang hari biasa dikunjungi 1500 tamu, saat even menjadi 3000-an tamu.
Bahkan diharapkan bisa lebih dari itu,” sebut Agus Teja.
Terkait
parade, Agus Teja mengatakan ada 20 desa adat yang terlibat dalam even yang digelar
dari 21 Juni – 9 Agustus atau 1,5 bulan ini. Mereka membawakan kreasi seni dan
budayanya masing-masing dengan mengangkat kearifan lokal desanya.
“Setiap
banjar wajib menciptakan tarian atau mengangkat nilai-nilai yang menjadi ciri
khas desanya. Apakah itu menceritakan tentang sejarah pura atau pertanian dan
sebagainya. Yang jelas mereka memiliki keunikan, ciri khas dan kearifan
lokalnya masing-masing, dan itu dipentaskan dengan tema atau kreasi yang berbeda-beda,”
ungkap Agus Teja Saputra, jelang pementasan Barong Dance yang menjadi agenda
pada Kamis (2/7/2026) siang dan sore itu.
Pentas Budaya
Parade Gebogan dan Beleganjur digelar saat musim liburan sekolah dan mendekati peak
season, sehingga cukup signifikan dalam mengerek jumlah kunjungan wisatawan.
Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra. (Foto: perspectives)
Agus Teja
menambahkan, Parade Gebogan dan Beleganjur ini digelar setahun dua kali yakni
Juni dan Desember mendatang. Dan khusus Desember, pihak pengelola Ulun Danu Beratan
menampilkan Tari Bali Tabuh Tegak.
Pihak pengelola juga sengaja mengemas acara ini dalam
format parade agar wisatawan dapat menikmati pertunjukan dengan lebih nyaman.
“Dengan konsep ini, interaksi antara seniman lokal dan
pengunjung menjadi lebih erat. Wisatawan bisa lebih leluasa mengabadikan momen
budaya tersebut,” tambahnya.
Terkait dukungan dana pembinaan dari pihak pengelola dan
apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tabanan menjadi penyemangat tersendiri bagi
mereka.
“Kolaborasi dengan berbagai pihak, pengelola, desa adat dan
Pemkab menjadi penyemangat kami untuk menyelenggarakan even-even tersebut agar
kearifan lokal dan upaya melestarikan warisan leluhur, tetap bisa dilaksanakan,”
demikian Agus Teja Saputra. (lan)

