Perspectives News

Remaja Bogor Hilang Misterius di Laut Buleleng

 


Tim SAR gabungan hingga kini masih terus berjibaku menyisir perairan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Pencarian intensif ini dilakukan setelah seorang ABK Kapal Turmalin 384310 dilaporkan hilang misterius sejak Selasa (30/6/2026) dini hari. (Foto: Basarnas Bali).

BULELENG, PERSPECTIVESNEWS- Tim SAR gabungan hingga kini masih terus berjibaku menyisir perairan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Pencarian intensif ini dilakukan setelah seorang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Turmalin 384310 dilaporkan hilang misterius sejak Selasa (30/6/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Rafles Tafa Kusuma, seorang remaja berusia 17 tahun asal Jalan Murai, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Misteri hilangnya Rafles bermula pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WITA. Korban dilaporkan turun dari kapal menuju Pantai Pasir Putih Banyu Wedang menggunakan speed boat berwarna oranye dalam kondisi pengaruh alkohol.

Nahas, saat hendak kembali ke kapal pada malam harinya, korban tak kunjung tiba. Keberadaan Rafles baru disadari hilang pada Selasa siang setelah speed boat yang digunakannya ditemukan warga terdampar di pesisir pantai dalam keadaan kosong.

"Informasinya kami terima hari ini pukul 06.40 WITA dan segera diberangkatkan 7 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi kejadian," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Begitu menerima laporan, Tim SAR bergerak cepat menggelar operasi sorti pertama pada pukul 07.50 WITA menggunakan rubber boat. Namun, setelah tiga jam penyisiran, hasilnya masih nihil.

Tak menyerah, operasi lanjutan kembali digelar pada pukul 13.20 WITA. Kali ini, kekuatan penuh dikerahkan dengan membagi tim ke beberapa titik. Sebanyak 6 personel menggunakan rubber boat dan 4 personel menggunakan sekoci kapal melakukan penyisiran di perairan.

Bahkan, tim penyelam sempat melakukan pencarian bawah laut melalui metode snorkeling dan diving. Kedalaman penyelaman sekitar 10 meter yang dilakukan oleh 2 penyelam dengan jarak pandang air kurang lebih 2 meter. Sementara operasi darat, Tim SRU darat menyisir sepanjang bibir pantai.

Meski upaya maksimal telah dilakukan, keberadaan korban hingga saat ini belum berhasil ditemukan. Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi masif dari berbagai unsur, antara lain, Pos Pencarian dan Pertolongan Denpasar, TNI AL dan Polairud, KPLP Pos Pengamatan, Polsek Gerokgak dan Satpol PP Gerokgak, BPBD Buleleng, Babinsa Pejarakan dan Bhabinkamtibmas Gerokgak, rekan serta keluarga korban.

Tim SAR gabungan menegaskan akan terus mengupayakan pencarian secara optimal dengan memanfaatkan seluruh armada yang ada demi menemukan korban.  (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama