Perspectives News

Tolak Celukan Bawang, Sopir Logistik Geruduk DPRD


Puluhan sopir logistik lintas Jawa-Bali yang tergabung dalam berbagai organisasi, termasuk Gerakan Aliansi Pengemudi Bali (GAPIBA), mendatangi gedung DPRD Kabupaten Jembrana pada Senin (20/7/2026). (Foto: Ist/Perspectives).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Puluhan sopir logistik lintas Jawa-Bali yang tergabung dalam berbagai organisasi, termasuk Gerakan Aliansi Pengemudi Bali (GAPIBA), mendatangi gedung DPRD Kabupaten Jembrana pada Senin (20/7/2026).

Mereka menyuarakan keresahan mendalam terkait seringnya terjadi kemacetan di jalur penyeberangan Gilimanuk-Ketapang sekaligus dengan tegas menolak rencana pemindahan pelabuhan logistik ke Celukan Bawang, Buleleng.

Kedatangan para pengemudi ini diterima langsung oleh pimpinan dan anggota DPRD Jembrana, serta dihadiri oleh jajaran Polres Jembrana, Dandim Jembrana, Dinas PUPRPKP Jembrana, perwakilan PT ASDP Indonesia Ferry, dan KSOP Ketapang.

Perwakilan sopir, Sugihartoyo, membeberkan bahwa kemacetan di kawasan tersebut bukan lagi masalah musiman saat hari raya, melainkan sudah menjadi makanan sehari-hari selama berbulan-bulan. Menurutnya, pemindahan jalur logistik ke Celukan Bawang bukanlah solusi, melainkan beban baru.

"Jika harus memutar jalur dari Celukan Bawang kembali ke arah Cekik atau Gilimanuk, jaraknya sangat jauh. Biaya operasional (cost) yang ditanggung sopir akan membengkak, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga barang-barang kebutuhan masyarakat," ujar Sugihartoyo.

Ia menegaskan, akar masalahnya adalah ketimpangan infrastruktur: Pelabuhan Ketapang memiliki 9 dermaga, sedangkan Gilimanuk hanya memiliki 7 dermaga untuk melayani 28 kapal yang beroperasi. Solusi paling logis adalah penambahan dermaga di Gilimanuk, bukan memindahkan pelabuhan.

Suasana rapat sempat menghangat ketika sopir lain bernama Gopur membongkar adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan manipulasi antrean di lapangan.

Ia menyebut ada oknum yang sengaja memanfaatkan situasi krodit demi meraup keuntungan pribadi dengan memprioritaskan bus dan travel untuk menyalip antrean.

Merespons tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, menyatakan komitmennya untuk berdiri di pihak para sopir dan masyarakat Jembrana.

Pihaknya kini tengah mengkaji pemanfaatan aset lahan Pemkab seperti area kargo dan parkir manuver untuk dikerjasamakan dengan ASDP guna pembangunan dermaga baru.

Terkait regulasi pemindahan pelabuhan logistik oleh Pemerintah Pusat, Sri Sutharmi mendesak agar kebijakan tersebut dikaji ulang karena berdampak langsung pada nadi perekonomian warga Gilimanuk yang menggantungkan hidup pada sektor jasa pelabuhan.

DPRD Jembrana memastikan akan segera menggelar rapat kerja teknis melalui Komisi II dan berjanji akan mengawal langsung aspirasi ini hingga ke level kementerian terkait dan DPR RI.

Selain itu, pihak manajemen ASDP akan segera dipanggil untuk memberikan klarifikasi terkait buruknya pelayanan dan isu pungli yang dikeluhkan para sopir. (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama