Petugas Damkar melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, pada Rabu malam (19/8/2026) sekitar pukul 20.22 Wita. (Foto: Damkar Jembrana).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Ancaman kebakaran lahan
menghantui Kabupaten Jembrana. Dalam kurun waktu dua hari berturut-turut,
amukan si jago merah melanda dua titik berbeda dan memaksa petugas pemadam
kebakaran bekerja ekstra keras untuk menjinakkan api.
Rentetan insiden ini diawali pada Rabu malam (19/8/2026)
sekitar pukul 20.22 Wita di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan. Api melahap
lahan seluas kurang lebih lima hektare. Petugas Damkar berjibaku selama 3,5 jam
dengan mengerahkan empat armada serta menyemprotkan 16.500 liter air hingga api
tuntas dipadamkan.
Belum sempat bernapas lega, kebakaran kembali terjadi pada
Kamis pagi (20/8/2026) sekitar pukul 10.30 Wita di Lingkungan Samblong,
Kelurahan Sangkar Agung, Kecamatan Jembrana.
Kebakaran di areal rumpun bambu seluas lima are dekat
kandang ayam tersebut sempat menggegerkan warga usai terdengar serangkaian
suara letupan keras.
Regu 2 Damkar Jembrana kembali mengerahkan empat unit armada
untuk memutus penjalaran api dalam operasi pemadaman selama satu jam.
Kabid Damkar Jembrana, Kadek Rita Budhi Atmaja, menyebut
tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa beruntun tersebut, kendati penyebab
pasti dan pemilik lahan masih dalam penyelidikan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan
kewaspadaan penuh, terutama di tengah kondisi cuaca dan vegetasi yang kering.
Hindari aktivitas yang memicu percikan api karena material kering sangat rentan
mempercepat perambatan kebakaran," pungkasnya. (dik)
