Perspectives News

Dukung Pencegahan Stunting, Pemkot Denpasar Luncurkan Dapur Abhipraya


Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I TP Posyandu, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menghadiri peluncuran Dapur Abhipraya, di Rumah Kula Abhi Praya, Selasa (18/8). (Foto: HumasDps)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Guna mendukung upaya pencegahan stunting, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar melaksanakan peluncuran Dapur Abipraya yang terletak di Rumah Kula Abhipraya, Jalan Gatut Subroto IVF, Kota Denpasar, sebagai bagian dari semangat Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), Selasa (18/8).

Peluncuran ini dirangkaikan dengan penyaluran bantuan Gerakan Orang Tua Asih Cegah Stunting (GENTING) kepada 8 orang anak berisiko stunting yang berasal dari 4 kecamatan di Kota Denpasar. Bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi anak.

Selain itu, acara juga diisi dengan pemberian bantuan nutrisi dari Orang Tua Asuh dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Denpasar, melalui pola pendampingan 1 (satu) orang tua asuh untuk 1 (satu) orang balita berisiko stunting. Bantuan berupa uang tersebut diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan nutrisi balita selama 6 (enam) bulan, sehingga setiap balita memperoleh pendampingan secara berkelanjutan selama periode tersebut.

Ketua TP Posyandu Kota Denpasar yang juga Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I TP Posyandu, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan, keberadaan Dapur Abhipraya Kota Denpasar diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi yang baik dan berkelanjutan, khususnya pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

“Tentu dengan hadirnya Dapur Kula Abhipraya Kota Denpasar, harapannya dapat menjadi upaya untuk pencegahan terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak di Kota Denpasar,” ungkap Sagung Antari.

Lebih dari itu, Sagung Antari menyampaikan, dalam hal ini, Dapur Abhipraya Kota Denpasar juga diharapkan akan menjadi salah satu wadah dalam meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi keluarga yang memiliki balita dan anak yang berisiko mengalami stunting.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung percepatan penanganan stunting di Kota Denpasar.

“Melalui pola orang tua asuh ini diharapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi balita dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Denpasar juga menggandeng Poltekkes Kemenkes Denpasar sebagai mitra strategis untuk memberikan dukungan berbasis pengetahuan dan keilmuan, khususnya dalam aspek kesehatan dan gizi. Peran strategis ini diwujudkan melalui edukasi kepada keluarga, pendampingan dalam pengolahan makanan bergizi, pemberian informasi mengenai kebutuhan gizi anak, serta penguatan kapasitas kader dan masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting.

"Lewat program ini, Pemkot Denpasar juga menyediakan edukasi untuk orang tua anak terindikasi stunting, dan program lainnya setiap bulannya," tutup Laxmy Saraswati. (HumasDps/Win)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama