Perspectives News

Gubernur Koster Ajak Mahasiswa Pascasarjana FH Unud Perkuat Keilmuan Hadapi Persaingan Global


Gubernur Koster menjadi narasumber kegiatan matrikulasi mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud di Kertasabha Convention Hall, Kampus FH Unud Sanglah, Denpasar, Jumat (14/8). (Foto: Humas-Prov. Bali) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS — Gubernur Bali Wayan Koster mengajak mahasiswa baru Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) memperkuat kapasitas keilmuan hingga jenjang magister maupun doktoral. Langkah ini dinilai penting sebagai bekal menghadapi dinamika, tuntutan, dan persaingan global yang semakin kompleks.

Pesan tersebut disampaikan Koster saat menjadi narasumber kegiatan matrikulasi mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud di Kertasabha Convention Hall, Kampus FH Unud Sanglah, Denpasar, Jumat (14/8).

Koster menekankan bahwa peningkatan kapasitas akademik menjadi krusial di tengah perubahan dunia yang cepat. Bidang hukum memerlukan sumber daya manusia dengan kompetensi mendalam untuk menjawab tantangan pembangunan.

“Di masa sekarang ini, sudah sepantasnya membekali diri dengan ilmu minimal sampai magister dan kalau bisa sampai doktoral lebih baik lagi. Dinamika dunia saat ini membutuhkan tingkat keilmuan yang tinggi sesuai dengan perkembangan, tuntutan serta persaingan yang ada,” ujar Koster.

Lulusan hukum, lanjutnya, memiliki ruang pengabdian luas di pemerintahan, lembaga negara, dunia akademik, maupun profesi hukum.

“Terlebih di bidang hukum yang membutuhkan orang-orang yang mumpuni. Baik untuk membangun instansi, sebagai praktisi, akademisi, pengacara maupun notaris,” katanya.

Koster sengaja menyempatkan hadir di tengah padatnya agenda menyambut Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali. Kehadirannya merupakan bentuk pemenuhan janji kepada Dekan FH Unud sekaligus nostalgia atas latar belakangnya sebagai mantan dosen.

“Saya merasa harus datang karena sudah janji dengan Pak Dekan dan saya merasa sangat senang bisa berada di antara para mahasiswa Pascasarjana FH Unud,” ucapnya.

Meskipun dulu mengajar ilmu matematika, suasana akademik tetap terasa dekat baginya. Dengan nada bercanda, ia mengaku merasa lebih muda berada di lingkungan mahasiswa.

“Berada di antara mahasiswa juga membuat saya mengingat kembali asal saya sebagai akademisi, sebagai dosen cukup lama, meskipun saya menekuni di bidang matematika,” tutur Koster.

“Jadi awet muda karena berada di tengah mahasiswa, generasi yang dinamis,” tambahnya.

Ia turut mendorong mahasiswa aktif membangun tradisi diskusi di luar ruang kuliah untuk menyumbangkan pemikiran strategis bagi kemajuan daerah.

“Saya mengajak anak-anak muda ini untuk lebih banyak berdiskusi dan bertukar pikiran, terutama dalam rangka usaha-usaha untuk kemajuan Pulau Bali ke depannya,” tegasnya sembari menyampaikan ucapan, “Selamat mengikuti proses pembelajaran.”

Sementara itu, Dekan FH Unud Putu Arya Sumedayasa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Koster.

“Saya bangga kehadiran Pak Gubernur di tengah kesibukannya. Senin sampai Minggu selalu bekerja keras agar Bali menjadi lebih maju,” ujar Arya.

Arya menambahkan, latar belakang Koster sebagai akademisi membuat suasana matrikulasi kali ini terasa berbeda dan lebih dekat dengan mahasiswa.

“Beliau berasal dari akademisi dan ingin sekali menyapa mahasiswa. Beda suasana matrikulasi Pascasarjana kali ini,” katanya.

Matrikulasi tahun ini diikuti 199 mahasiswa baru yang terdiri dari 31 mahasiswa program doktoral, 98 mahasiswa Magister Kenotariatan, dan 70 mahasiswa Magister Hukum. Mereka dibina oleh belasan guru besar serta puluhan doktor.

Arya menegaskan FH Unud berkomitmen menjaga mutu pendidikan berakreditasi Unggul. “Kualitas kita di Unud tidak kalah dengan universitas lain. Akreditasi kita Unggul,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono yang juga terdaftar sebagai salah satu mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan sinergi kuat antara pendidikan hukum, penyelenggaraan pemerintahan, dan penegakan hukum. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama