Perspectives News

Perkuat Swasembada Pangan, Gubernur Koster Dukung Gerakan Penanaman Bawang Putih Serentak


Gubernur Koster mengikuti aksi penanaman bawang putih serentak di Banjar Kelodan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Rabu (19/8). (Foto: Humas-Prov. Bali) 

GIANYAR, PERSPECTIVESNEWS — Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan penanaman bawang putih yang diinisiasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya strategis dalam memperkuat ketahanan dan mencapai swasembada pangan nasional maupun daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Koster saat mengikuti aksi penanaman bawang putih serentak di Banjar Kelodan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Rabu (19/8). Dalam aksi simbolis di lahan seluas 30 are yang dikelola Kelompok Subak Kumba tersebut, Gubernur Koster menanam bibit bersama Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, jajaran Polda Bali, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Bagus sekali aksi ini. Saya tentu mendukung,” kata Koster singkat.

Menurut Koster, penguatan produksi bawang putih memiliki arti penting bagi Bali, mengingat komoditas tersebut menjadi salah satu prioritas dalam upaya mewujudkan swasembada pangan daerah. Upaya ini ditujukan agar kebutuhan masyarakat Bali dapat semakin banyak dipenuhi dari hasil pertanian dalam negeri.

Kegiatan di Bali ini terhubung secara virtual melalui sambungan Zoom dengan pusat gerakan penanaman serentak di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gerakan nasional garapan Polri ini berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Penanaman Bawang Putih secara Serentak di Lahan Terluas.”

Secara nasional, penanaman serentak dilakukan di lahan seluas 279,53 hektare yang tersebar di 17 wilayah Kepolisian Daerah (Polda), dengan proyeksi hasil panen mencapai sekitar 2.795 ton. Selain itu, Polri telah mengidentifikasi potensi pengembangan lahan bawang putih nasional yang mencapai 2.593,1 hektare di 17 Polda.

Khusus di Sembalun, lonjakan luas pertanaman terjadi sangat signifikan, yakni dari 15 hektare pada 2025 menjadi 534 hektare.

Gerakan ini dirancang membangun ekosistem produksi dari hulu ke hilir. Di sektor hulu, Polri bekerja sama dengan kelompok tani mengembangkan varietas bibit Sangga Sembalun dan Lumbu Putih yang mampu beradaptasi di ketinggian bawah 1.000 mdpl. Dukungan sarana produksi juga disalurkan berupa 90 unit traktor tangan dan roda empat, pompa air tenaga surya, serta belasan ton pupuk.

Sementara di sektor hilir, disiapkan infrastruktur pascapanen berupa gudang berkapasitas 300 ton senilai Rp1,4 miliar. Hasil panen nantinya akan diserap oleh Bulog untuk menjaga stabilitas harga sekaligus dimanfaatkan kembali sebagai benih.

Aksi penanaman serentak di Sembalun dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pengembangan bawang putih dalam negeri merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto memerintahkan hal yang sama, ini menjadi tantangan bagi kita semua apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut,” ujar Sigit.

Gerakan ini membuktikan bahwa pencapaian swasembada bawang putih membutuhkan sinergi lintas sektor—mulai dari penyediaan lahan, bibit, teknologi pertanian, bantuan sarana produksi, hingga kepastian pasar bagi para petani.(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama