Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman (tengah) dan Wakil Ketua PBPI Akash Natani (paling kiri) usai menyaksikan FIP Silver and Promises Bali Series di Island Sports Canggu dan Holiwings Padel Club Canggu, Minggu (16/8/2026) malam. (Foto: Nasser FA)
BADUNG,
PERSPECTIVESNEWS – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menargetkan
membawa pulang satu keping medali dari ajang Asian Games 2026 yang akan
berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, 19 September hingga 4 Oktober 2026
mendatang.
Wakil Ketua Umum PBPI Akash Natani, mengatakan target
tersebut sangat realistis mengingat saat Kejuaraan Padel Asia di Doha, Qatar
pada 2025 Indonesia melalui timnas padel putri meraih medali perunggu.
“Di Asian Games padel hanya mempertandingkan nomor ganda
putra dan putri atau memperebutkan hanya dua medali emas, sehingga ganda putri kita
diharapkan minimal mengulang prestasi di Doha,” ujar Akash Natani ditemui di
sela acara FIP Silver and Promises Bali Series di Island Sports Canggu dan
Holiwings Padel Club Canggu, Minggu (16/8/2026) malam.
Indonesia sendiri di Asian Games 2026 hanya mengirim dua
ganda putra dan dua ganda putri atau delapan atlet dengan peluang terbesar ada
di ganda putri. Akash tidak menyebutkan dari ganda putri yang mana medali itu
diraih.
Kendati demikian, Akash tidak menampik jika tim putra juga
berpeluang meraih medali. Namun, target utama sektor ini lebih diarahkan pada
penambahan pengalaman dan exposure menghadapi pasangan-pasangan terbaik Asia.
Akash Natani juga menyebut komposisi atlet yang akan dibawa
ke Asian Games belum sepenuhnya final, dan kini sedang menjalani pemusatan
latihan. Entry by name untuk cabang ini masih menunggu proses penetapan. PBPI
telah memiliki kandidat atlet, tetapi komposisi tersebut masih dapat berubah
berdasarkan performa mereka pada berbagai turnamen resmi sepanjang 2026.
“FIP Silver and Promises Bali Series yang berlangsung sejak
11 Agustus hingga 16 Agustus menjadi salah satu bagian dari proses evaluasi,”
ujar Akash sembari menambahkan Bali Series menjadi seri keempat yang digelar di
Indonesia tahun ini setelah sebelumnya berlangsung di Jakarta, Yogyakarta, dan
Banten.
Di Series Bali tim tuan rumah belum mampu berbicara banyak
di hadapan para pemain asing. Dominasi justru datang dari Spanyol yang menyapu
gelar sektor putra dan putri.
Di nomor putra, pasangan Spanyol Marcos Gonzalez
Blanco/Martin Abuo keluar sebagai juara setelah mengalahkan kompatriotnya,
Borja Thullio Cang/Miguel Morales, dengan skor 6-1, 6-4.
Sementara sektor putri juga menghasilkan final sesama pemain
Spanyol. Carla Fernandez Gonzalez/Merea Guerra Santana menjadi juara setelah
menundukkan Jimena Diaz La Iglesia/Vazquez Gracia dengan skor 1-6, 6-4, 0-6.
Hasil tersebut sekaligus menunjukkan masih besarnya
pekerjaan rumah yang harus diselesaikan atlet Indonesia sebelum menghadapi
persaingan di Asian Games.
“FIP Silver and Promises Bali Series atau FIP Tour 2026 ini
kali keempat diselenggarakan tahun ini. Sebelumnya ada Jakarta, Yogyakarta, dan
Banten. Saya melihat ada potensi besar dari cabor padel untuk semakin
berkembang," kata Akash.
Menurutnya, semakin sering Indonesia menjadi tuan rumah
turnamen internasional akan memberikan kesempatan bagi atlet lokal untuk
berhadapan langsung dengan pemain-pemain berlevel tinggi tanpa harus selalu
bertanding ke luar negeri.
PBPI tidak hanya membidik Asian Games. Federasi juga
memiliki visi lebih panjang untuk membawa padel Indonesia menuju pentas
Olimpiade.
Akash berharap padel dapat masuk sebagai cabang olahraga eksibisi
pada Olimpiade Los Angeles 2028 sebelum berkembang menjadi cabang resmi pada
Olimpiade Brisbane 2032.
"Harapan ke depannya selain bisa meraih medali di Asian
Games, padel bisa menjadi cabor ekshibisi di Olimpiade 2028, Los Angeles,
sebelum akhirnya resmi dipertandingkan di Olimpiade 2032, Brisbane,"
katanya.
Sementara Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman yang hadir
menyaksikan rangkaian FIP Tour 2026 dan FIP Promotion yang menyasar pemain U-18
di Bali, mengatakan meski persiapan dan keberangkatan kontingen Asian Games
berada dalam ranah NOC Indonesia, KONI Pusat tetap memberikan dukungan terhadap
pembinaan padel nasional.
Marciano berharap keikutsertaan padel Indonesia di Asian
Games 2026 bisa menjadi momentum penting untuk mulai membangun prestasi di
level Asia.
"Saya berharap pada Asian Games nanti padel ini juga
bisa memberikan satu catatan penting bagi perjalanan olahraga Indonesia. Saya
juga berharap ke depan prestasinya akan semakin baik," tuturnya.
Menurut Marciano, dukungan KONI diarahkan pada penguatan
tata kelola organisasi dan sistem pembinaan prestasi. Salah satunya dengan
memperbanyak kompetisi, memberikan ruang bagi atlet pemula, serta mendorong
pemain senior rutin mengikuti turnamen internasional.
"Support KONI, kita mendukung PBPI melakukan tata
kelola organisasi dengan baik. Yang kedua, melakukan tata kelola pembinaan
prestasi dengan baik. Dengan makin banyak kompetisi, memberikan ruang kepada
atlet-atlet pemula dan atlet senior juga terus mengikuti event-event
internasional di luar negeri," pungkasnya. (*)
