Perspectives News

PWI Bali Gelar OKK Diikuti Seratus Lebih Wartawan

 

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan di aula gedung PWI ini diikuti lebih dari seratus orang wartawan berbagai media dari seluruh Bali. (FOTO: dik/Perspectives).

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Gedung PWI Bali ini diikuti lebih dari seratus orang wartawan berbagai media dari seluruh Bali.

Ketua PWI Bali, Wayan Dira Arsana, mengatakan, OKK ini merupakan program PWI Bali untuk melakukan penyegaran, penguatan tanggungjawab kepada fungsi-fungsi pers dan anggota, serta merekrut anggota baru agar PWI Bali mempunyai kaderisasi.

"Yang hadir hari ini sekitar 102, termasuk sejumlah wartawan senior, yang memang punya komitmen sama untuk membangun dan membesarkan PWI Bali terkait fungsi pers dalam penyebaran informasi yang berkualitas dan bertanggungjawab," kata Dira Arsana, usai  pembukaan resmi OKK.

Selain itu, kata Dira Arsana, PWI Bali berkomitmen sebagai rumah pembersihan berita-berita hoaks yang beredar di tengah masyarakat, sehingga informasi yang valid, edukatif dan bermanfaat mampu lahir dari seorang wartawan yang bertanggungjawab. "Karena fungsi pers itu sebenarnya untuk memberikan informasi yang bagus dan bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Disinggung terkait dampak AI (Artificial Intelligence) terhadap kualitas pers saat ini, Dira Arsana mengakui, AI menjadi salah satu tantangan terbesar bagi karya jurnalistik semua insan pers. Menurutnya, justru dengan adanya tantangan ini, tentu penguatan profesi yang menjadi salah satu cara untuk mengatasi persaingan masalah ini.

"Wartawan yang berkualitas akan melahirkan produk berkualitas. Karena kualitas itulah, media massa kembali menjadi pilihan oleh masyarakat dijadikan rujukan informasi," jelasnya.

Ia tidak menampik,jika media sosial (medsos) dan konten kreator selalu lebih cepat menyajikan informasi dan konten hiburan. Tetapi, kata dia, pers punya fungsi yang lebih besar untuk mencerdaskan, memberikan informasi, mengedukasi dan membangun nasionalisme. Selain itu, pers juga mampu meredam konflik sosial.

"Dalam rangka itulah kami mengingatkan, bahwa karya jurnalistik yang berkualitas adalah karya yang lahir dari proses jurnalistik yang benar, patuh pada KEJ, KPW. Maka di sanalah kecerdasan itu harus dipadukan. AI sebagai penguat produk jurnalistik sekaligus tantangan untuk memacu profesionalisme," jelasnya.

Ia berharap melalui kegiatan OKK ini mampu melahirkan kader-kader keanggotaan PWI, yang menjadikan wartawan berkualitas, serta mampu memahami kewartawanan dan keorganisasian PWI. "Jadi sekali lagi, dengan OKK ini, kami harap wartawan berkualitas dan berintegritas, tukasnya. (*)

Reporter: Ketut Suardika
Editor: Djo

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama