Wali Kota Jaya Negara menghadiri puncak Upacara Karya Atma Wedana Desa Adat Padangsambian yang digelar di kawasan Jalan Tukad Buana, Padangsambian Kaja, Minggu (16/8). (Foto: HumasDps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri puncak Upacara Karya Atma Wedana Desa Adat Padangsambian yang digelar di kawasan Jalan Tukad Buana, Padangsambian Kaja, Minggu (16/8).
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, serta pihak terkait lainnya.
Di sela-sela rangkaian upacara, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi tingginya atas solidaritas krama adat dalam menyelenggarakan karya besar ini.
"Kekompakan antara masyarakat, dan juga krama adat dalam mendukung pelaksanaan karya ini patut diapresiasi. Tentunya karya ini memberikan manfaat sekaligus kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan kewajiban sebagai umat Hindu Bali,” ujar Jaya Negara.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Denpasar akan terus berkomitmen mendukung kegiatan adat dan keagamaan demi menjaga kelestarian budaya Bali.
“Sebagai pemerintah kami memberikan apresiasi serta dukungan atas pelaksanaan karya ini. Semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, memberikan makna spiritual, serta kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan upacara yadnya,” tambahnya.
Manggala Karya, Jero Made Mangku Puja, menjelaskan bahwa rangkaian karya rutin lima tahunan ini mencakup Upacara Atma Wedana, Tigang Sasih, Metatah, hingga Ngaben. Seluruh rangkaian ritual diikuti oleh warga Desa Adat Padangsambian tanpa dipungut biaya.
"Ini adalah karya rutin kami yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Astungkara tahun ini pesertanya sangat banyak," ungkapnya.
Adapun masing-masing upacara itu diikuti oleh, Metatah 110 sebanyak peserta, Atma Wedana sebanyak 111 peserta, upacara Tigang sasih sebanyak 164 peserta, dan juga upacara Ngaben sebanyak 30 peserta. Pihak peserta yang mengikuti upacara ini semuanya merupakan masyarakat yang berasal dari Desa Adat Padangsambian, dan tidak dibebankan biaya apapun alias gratis.
Puncak prosesi keagamaan tersebut dipuput oleh tiga sulinggih, yaitu Ida Rsi Agung Nabe Yogi Sidhu Bang Pinatih, Ida RSI Agung Dharma Putra Adnyana, serta Ida Rsi Begawan Nabe Bajra Mahawiranata Daksa Karma Sisi. (HumasDps/Win)