Wujudkan Permintaan Nelayan, Proyek PPN Pengambengan Diawali Pengerukan Kolam Labuh

 

Beberapa alat berat telah didatangkan di lokasi proyek PPN Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana Bali, Jumat (11/9/2026). (FOTO: Ist/Perspectives).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS -  Harapan para nelayan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, untuk keluar-masuk pelabuhan dengan aman akhirnya mulai terwujud. Pihak rekanan proyek revitalisasi Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Pengambengan resmi mendatangkan alat berat dan armada truk sejak Kamis (10/9/2026) malam guna mengatasi pendangkalan kolam labuh.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (11/9/2026) siang, alat berat tersebut sudah beroperasi mengeruk sedimentasi yang selama ini menjadi momok utama nelayan setempat.

Langkah cepat ini diambil setelah pemangku kepentingan dan perwakilan nelayan mendesak agar pengerukan diprioritaskan sebelum pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) lain dimulai.

Perbekel Pengambengan, Kamaruzzaman, mengungkapkan pihaknya menerima keluhan nelayan hampir setiap hari terkait masalah pendangkalan. "Kami harapkan pengerukan diprioritaskan dulu," tegasnya saat sosialisasi, Kamis (10/9/2026).

Senada dengan warga, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengusulkan agar pengerjaan awal difokuskan pada mulut kolam labuh demi kelancaran lalu lintas kapal.

"Di sana ada pendangkalan dan sedimentasi. Kami sarankan dikeruk dulu supaya kapal-kapal yang selama ini sulit masuk bisa berlayar dengan aman," ujar Bupati Hartawan saat sosialisasi di Balai Pertemuan Nelayan, Jumat pagi.

Menjawab aspirasi tersebut, Kepala PPN Pengambengan Kartono bersama perwakilan rekanan, Setia Kukuh, membenarkan bahwa pengerukan langsung dijadikan skala prioritas. Mengenai skema teknis di lapangan agar tidak mengganggu aktivitas harian nelayan, pihaknya akan menggelar pembahasan lanjutan.

Di sisi lain, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Hendrawan, mengingatkan pelaksana proyek agar menjaga komitmen. "Kami harap kontraktor dan subkontraktor bekerja profesional sesuai kontrak. Pertahankan mutu, kualitas, serta perhatikan waktu pengerjaan karena pinjaman ini terbatas waktu," tegas Hendrawan.

Proyek revitalisasi bernilai sekitar Rp1,2 triliun ini mendapuk PPN Pengambengan sebagai salah satu pusat pengembangan perikanan terbesar di Jembrana. Proyek nasional yang didanai melalui pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB) ini merupakan bagian dari program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-1 (IFP-IFMP).

Kontrak pekerjaan fisik sendiri telah ditandatangani di Jakarta pada 7 Agustus 2026 oleh pelaksana pengerjaan, CRBC-NINDYA Joint Operation (JO). Jika tidak ada arah melintang, acara peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama