Tunggal putra Gede Pradnya Ganendra Wirawan ke final Sirnas B Bali 2026 setelah Jumat (30/10/2026) mengalahkan unggulan kedua dari Palembang Muhammad Dafi Alfathan dengan skor 10-15, 15-11, 15-10. (Foto: djo)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Pebulu tangkis tunggal putra asal klub PB Seraya Denpasar, Gede Pradnya Ganendra Wirawan ke final Sirkuit Nasional B Bali 2026 setelah di semifinal mengalahkan unggulan kedua Muhammad Dafi Alfathan dari Klub Iskandar Alamla Palembang, Sumatera Selatan.
Bertanding di GOR Liga Bali Arena Denpasar, Jumat
(30/10/2026) di kategori tunggal usia dini putra Gede Pradnya menang tiga gim
atas Dafi dengan skor 10-15, 15-11, dan 15-10.
Pada partai puncak hari Sabtu (31/10/2026), Gede Pradnya ditantang
tunggal putra asal Klub Champion Klaten Danish Fourtan, yang di semifinal
mengalahkan Kenzou Leonardo Wijaya dari Klub Champion Kudus dengan skor 15-11,
15-13.
Ditemui seusai bertanding, Gede Pradnya yang merupakan
jawara Sirnas C Jatim 2026, Juni lalu mengakui bola-bola cegatan Dafi sangat
menyulitkan dirinya.
“Bola kedut dan lob serangnya juga membuat saya kerepotan,
pontang panting karena selalu terlambat mengejar bola,” ujar Gede Pradnya.
Dia juga bilang kalau di gim pertama dirinya terlambat panas
sehingga kurang bisa beradaptasi dengan permainan lawan yang menyerang melalui
bola lob.
Karenanya di awal gim pertama Gede Pradnya selalu tertinggal
dalam perolehan angka bahkan hingga 5-8 sebelum kedua pemain melakukan water break.
Usai interval gim pertama, Gede Pradnya mulai menemukan pola
permainannya bahkan dia sempat unggul 10-9 sebelum akhirnya diungguli oleh Dafi
dengan 11-10. Di posisi poin ini Dafi terus mendulang poin dan menutup gim
pertama dengan 15-10.
Gim kedua Gede Pradnya sempat tertinggal 2-6 dari Dafi dan
hanya bisa menambah dua poin sebelum akhirnya kedua pemain memasuki interval
gim kedua dengan skor 8-4 untuk Dafi.
Usai water break, perlahan Gede bisa menyusul dengan
perolehan empat angka berturut-turut menjadi 8-9 masih untuk keunggukan Dafi.
Kembali tertinggal 10-11, namun Gede berhasil menyamakan menjadi 11-11 dan
menutup gim kedua dengan skor 15-11.
Di gim ketiga atau gim penentuan Gede Pradnya mulai di atas
angin dan mengendalikan permainan. Ia terus memimpin perolehan angka hingga 8-5
sebelum interval gim ketiga.
Dafi tak mau kalah, dan mencoba mengejar difisit poin namun
Gede Pradnya tetap dengan permainan cepatnya sesekali smes keras ke sisi kanan
dan kiri Dafi, Gede Pradnya terus memimpin perolehan angka hingga 11-6, 12-7,
13-8 bahkan mencapai game poin 14-8.
Di angka ini Dafi bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 10-14, namun akhirnya Gede Pradnya menutup gim penentu dengan 15-10 setelah smesnya gagal dikembalikan Dafi. (djo)
