SPBU Jembrana Kehabisan Pertalite dan Pertamax, Warga Terpaksa Beli BBM Mahal

 

Suasana di salah satu SPBU di Kota Jembrana yang dipasang pemberitahuan untuk BBM jenis pertalite dan Pertamax kosong, di Kabupaten Jembrana, sejak Minggu (11/10/2026) sore. (Foto: dik/perspectives).

​JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kabupaten Jembrana, Bali, mendadak langka sejak Minggu (11/10/2026) sore. Kelangkaan massal ini membuat belasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kehabisan stok dan melumpuhkan mobilitas serta aktivitas harian warga setempat.

​Hasil pantauan di lapangan menunjukkan setidaknya 14 SPBU yang beroperasi di wilayah Jembrana kompak mengalami kekosongan BBM subsidi dan nonsubsidi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat tersebut.

​"Pertalite kosong dari jam 5 sore kemarin, kalau Pertamax jam 8 malam. Sampai saat ini belum ada pengiriman. Stok yang tersisa saat ini hanya Pertadex dan Pertamax Turbo," ungkap Made Dwi Sugiatmaja, salah satu karyawan SPBU di Jembrana, Senin (12/10/2026).

​Dampak dari pengiriman yang tersendat ini dirasakan langsung oleh para pengguna jalan. Banyak warga yang kehabisan bahan bakar di tengah jalan dan terpaksa mendorong kendaraan mereka hingga kilometeran. Kondisi diperparah oleh pedagang eceran di sepanjang jalan yang turut kehabisan pasokan.

​Salah seorang buruh proyek asal Bandung yang bekerja di Jembrana, Yayan, mengaku harus mendorong sepeda motornya sejauh hampir lima kilometer demi mendapatkan bahan bakar.

​"Tadi di warung-warung tidak ada eceran. Jauh saya dorong motor dari sebelum perempatan sana. Sudah capek, bensin habis, akhirnya terpaksa beli Pertamax Turbo," ujar Yayan.

​Kondisi serupa dirasakan oleh Ni Wayan Kartini. Tanpa adanya pilihan BBM murah di SPBU, ia terpaksa merogoh kocek lebih banyak untuk membeli Pertamax Turbo yang harganya berkisar Rp20.000 per liter, jauh lebih tinggi dibanding Pertalite atau Pertamax biasa.

​"Karena tidak ada persediaan lain, Pertamax biasa tidak ada, Pertalite juga tidak ada. Ya terpaksa beli Pertamax Turbo walau mahal," tutur Kartini.

​Hingga saat ini, 14 SPBU di Jembrana hanya melayani pembelian BBM nonsubsidi kelas atas seperti Pertamax Turbo, Pertadex, serta Solar. Pengendara dan pelaku usaha kecil sangat berharap pihak Pertamina dan instansi terkait segera menyalurkan kembali pasokan Pertalite dan Pertamax agar perekonomian masyarakat tidak semakin tertekan. (dik)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items