Truk Mengular di Gilimanuk, Dermaga LCM Berangsur Normal

 

Kondisi antrean kendaraan yang didominasi truk besar mengular di jalur utama Denpasar Gilimanuk, Kamis (29/10/2026). (Foto: dik/Perspectives).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS-  Operasional Dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Gilimanuk mulai berangsur pulih pada Kamis (29/10/2026) siang, setelah sempat lumpuh akibat fenomena air laut surut yang terjadi beberapa kali, sejak Selasa (27/10/2026). 

Kendati aktivitas bongkar muat kapal kembali dibuka, kemacetan parah tak terelakkan. Antrean kendaraan logistik terus mengular hingga kawasan Gelung Kori dan Cekik sepanjang 2 kilometer.

​Proses penguraian kendaraan berjalan relatif lambat akibat penumpukan volume armada yang tertahan sejak hari sebelumnya. Kondisi ini memaksa para sopir angkutan barang bertahan hingga berjam-jam di jalanan.

​Amsori, sopir truk asal Probolinggo, menuturkan dirinya sudah terjebak dalam barisan antrean sejak pukul 02.00 WITA dini hari. Selain karena dampak surutnya air laut, ia menyayangkan pola rotasi kapal yang dinilai kurang responsif.

​“Harapannya proses bisa dipercepat. Kalau antre terlalu lama, uang saku sopir habis terpakai untuk makan di jalan,” keluhnya.

​Menanggapi situasi tersebut, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP Gusti Kade Alit Murdiasa membenarkan bahwa ekor antrean sempat menyentuh angka 2 kilometer. Ia menegaskan bahwa kendala operasional ini murni dipicu oleh faktor alam dan lonjakan volume kendaraan.

​Hingga Kamis siang, otoritas pelabuhan bersama kepolisian terus mengupayakan rekayasa lalu lintas serta mempercepat rotasi bongkar muat kapal guna mengurai kemacetan dan mengembalikan kelancaran arus penyeberangan Selat Bali. (dik)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama