Semeton Sudah Padati Kembali Stadion Dipta Support Serdadu Tridatu

 

Suporter Bali United yang dijuluki semeton sudah kembali memadati Stadion Dipta saat tim kesayangannya bertanding. Mereka sempat boikot beberapa kali pertandingan hingga tercapai kesepakatan dengan manajemen. (Foto: butd)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS - Semeton (pendukung) Bali United sudah kembali memadati Stadion Kapten I Wayan Dipta saat tuan rumah Bali United menjamu Persija Jakarta di pekan ke-30 BRI Liga 1 2023/2024, Sabtu (30/3/2024) malam lalu.

Tidak kurang dari 9.499 suporter memadati homebase dari Serdadu Tridatu tersebut, dan dibuat terpukau dengan dua hal yang memantik rasa bangga semeton di Bali. Kehadiran kembali suporter tersebut setelah adanya kesepakatan antara perwakilan semeton dengan manajemen Bali United.

Pada laga kontra Persija tersebut seluruh masyarakat yang hadir di Stadion Dipta ikut bergoyang ketika momen sebuah gol tuan rumah bersarang ke gawang lawannya. Momen ini baru terjadi pada laga pekan ke-30 atau laga ke-16 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Dari 9.499 semeton yang hadir menjadi saksi betapa seru dan meriahnya suasana Stadion Dipta dengan hadirnya dua hal saat itu.

Hal pertama adalah momen sebelum peluit pertama berbunyi dari wasit, sebuah countdown menghitung mundur dari angka 5 sampai angka 1 menyala di giant screen yang ada di Stadion Dipta.

Di tengah countdown tersebut dilengkapi dengan suara yang semakin membuat suasana semakin seru sebelum peluit tanda dimulainya pertandingan.

Sementara hal kedua adalah terdapat musik goal tone yang ditampilkan di giant screen dengan jenis House Music ketika Ilija Spasojevic berhasil mencetak gol kemenangan di penghujung babak kedua atas Persija Jakarta.

Semakin lengkap pada tayangan di giant screen juga ditampilkan nama dan foto si pencetak gol dari tuan rumah. Semeton yang hadir di Stadion Dipta pun ikut bergoyang ketika gol tuan rumah terjadi yang membuat suasana semakin meriah.

Ilija Spasojevic yang mencetak gol ke-8 Liga 1 musim ini pun bersyukur dengan semangat dan kerja keras timnya. Namun yang berbeda adalah kehadiran suporter yang memenuhi Stadion Dipta sehingga semangat itu tetap menyala hingga akhir pertandingan.

“Ada satu hal yang membuat saya senang adalah suporter datang memenuhi stadion untuk mendukung kami. Situasi ini membuat kami punya motivasi dan semangat berjuang walau bermain dengan 10 pemain di akhir,” ujar Spasojevic, Rabu (3/4/2024).

Bali United sendiri terpaksa harus bermain dengan 10 pemain setelah menit 74 harus mengeluarkan Luthfi Kamal yang memperoleh kartu kuning kedua.

Menurut Spaso, kehadiran total 9.499 suporter ke Stadion Dipta menjadi modal penting untuk menjaga mental perjuangan di arena pertandingan. 

“Jika stadion sepi dan salah satu pemain dari kami mendapat kartu merah pasti mental akan turun. Tetapi situasi ini berbeda dengan kehadiran suporter yang ramai di Stadion Dipta membuat kami punya mental yang sangat bagus. Kami senang semua jadi bersatu untuk meraih target bersama kami,” tutup Spasojevic. (djo)

Post a Comment

Previous Post Next Post