Petugas Inafis Polres Jembrana melakukan olah TKP terkait temuan seorang perawat di salah satu rumah sakit swasta di Jembrana, Sabtu (16/8/2025). (Foto: Dok.Poksek Jembrana)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Dunia medis Jembrana berduka setelah seorang perawat berusia 24 tahun, berinisial ZPB, ditemukan meninggal dunia di ruang operasi sebuah rumah sakit swasta pada Sabtu (16/8/2025) sekitar pukul 06.30 WITA. Peristiwa tragis ini dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian publik.
Kapolsek Kota Jembrana, IPDA Ngurah Agus Dwi Widiatmika, membenarkan kejadian tersebut.
Menurut keterangannya, ZPB ditemukan tak bernyawa oleh rekan kerjanya, NMK, saat sedang mempersiapkan peralatan untuk operasi.
"Saksi NMK masuk ke ruang operasi dan melihat korban sudah terbaring telentang dalam posisi bersila," ujar Agus Dwi, Senin (18/8/2025).
Melihat kondisi tersebut, NMK segera memeriksa denyut nadi korban, namun tidak menemukan respons. Dalam kepanikan, NMK memanggil perawat lain untuk meminta bantuan.
ZPB kemudian segera dilarikan ke ruang IGD, namun nyawanya tidak tertolong.
Sebagai dampak dari insiden ini, semua pasien yang dijadwalkan untuk menjalani operasi di rumah sakit tersebut sementara waktu dirujuk ke Rumah Sakit Negara.
"Karena ada kejadian ini, semua yang mau operasi untuk sementara dirujuk ke Rumah Sakit Negara karena ada pemeriksaan," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Penyelidikan mendalam dilakukan oleh Tim Inafis Polres Jembrana. Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV, polisi tidak menemukan adanya aktivitas mencurigakan. Diduga, ZPB sedang dalam tugas piket saat insiden tragis ini terjadi.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka juga menolak untuk dilakukan autopsi, sehingga proses penyelidikan lebih lanjut dihentikan. (dik)
