Wali Kota Jaya Negara saat menghadiri serangkaian karya di Pura Taman Beji, Desa Adat Peninjoan, Sabtu (28/11/2025). (Hms Dps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri sekaligus mendem pedagingan pada upacara Melaspas Rsi Gana dan Caru Panca Rupa Panca Kelud serangkaian Karya Ngenteg Linggih Memungkah Ngingkup Wraspati Kalpa Agung di Pura Taman Beji, Desa Adat Peninjoan.
Upacara dilaksanakan bertepatan dengan Sukra Wage Wuku
Kuningan, Sabtu (28/11/2025).
Upacara tersebut dilaksanakan guna melengkapi rangkaian aci
serta sebagai wujud sradha dan bhakti krama Desa Adat Peninjoan.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Bali,
I Wayan Subawa, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, Anggota
DPRD Kota Denpasar, I Made Suweta, Kabag Kesra Kota Denpasar, Ida Bagus Alit
Surya Antara, Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta, serta undangan lainnya.
Diiringi dengan suara gambelan dan kidung, rangkaian upacara
diawali dengan pecaruan, dilanjutkan dengan melaspas dan mendem pedagingan.
Tampak pengilen Topeng Wali dan Wayang Lemah melengkapi rangkaian upacara.
Seluruh rangkaian diakhiri dengan persembahyangan bersama
yang dipuput tiga sulinggih, yakni Ida Pandita Dukuh Acharya Daksa, Ida Pandita
Dukuh Clagi Dhaksa Dharma Kerti, dan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Ganda Kusuma.
Bendesa Adat Penijoan, I Wayan Suastika didampingi Ketua
Panitia Karya, AA Made Sukarata menjelaskan bahwa rangkaian Karya Ngenteg
Linggih Memungkah Ngingkup Wraspati Kalpa Agung di Pura Taman Beji, Desa Adat
Peninjoan telah dimulai sejak Minggu (16/11) lalu yang diawali dengan nuasen
dan matur piuning karya.
Dilanjutkan pada Selasa, (25/11) dilaksanakan upacara
negtegang dan nyanggling. Pada Kamis (27/11) turut dilaksanakan upacara
mapepada dan memben, sementara hari ini, Jumat (28/11) dilaksanakan upacara
melaspas rsi gana dan caru panca rupa panca kelud.
Selanjutnya, pada Sabtu (29/11) bertepatan dengan Rahina
Kuningan akan dilaksanakan upacara melasti ke segara, mendak siwi dan memasar.
Sedangkan puncak karya akan dilaksanakan pada Minggu (30/11) mendatang. Setelah
puncak karya, Ida Bhatara akan nyejer dan dilaksanakan penyineban pada Rabu
(3/12) mendatang. Untuk upacara nyegara gunung akan dilaksanakan pada Kamis
(4/12).
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah mendukung, semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar,
serta dapat memberikan kerahayuan kepada seluruh krama dalam menjaga
keseimbangan Tri Hita Karana," ujarnya.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam
kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas kerja keras dan gotong royong
seluruh lapisan masyarakat Desa Adat Peninjoan dalam mendukung pelaksanaan aci
di parahyangan suci.
Hal ini tentu sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis
Budaya Menuju Denpasar Maju berlandaskan sepirit Vasudhaiva Kutumbakam yang
bermakna menyama braya bahwa kita semua bersaudara.
Lebih lanjut dijelaskan, Karya Ngenteg Linggih Memungkah
Ngingkup Wraspati Kalpa Agung di Pura Taman Beji, Desa Adat Peninjoan ini
merupakan tahapan yang harus dilaksanakan. Sehingga bangunan suci dapat
digunakan untuk kegiatan upacara dan pemujaan.
Upacara ini juga merupakan wujud sradha bhakti krama
pengempon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum
untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai
impelementasi dari Tri Hita Karana.
"Dengan pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih Memungkah
Ngingkup Wraspati Kalpa Agung di Pura Taman Beji, Desa Adat Peninjoan ini mari
kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara
parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita
Karana," ujar Jaya Negara. (ags/hum)
