Kondisi salah satu rumah warga di Kecamatan Pekutatan Jembrana, yang terdampak musibah angin puting beliung, Rabu (21/1/2026). (Foto: BPBD Jembrana).
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Jembrana mulai memetakan nilai kerugian materiil pascabencana cuaca ekstrem
yang menerjang wilayah tersebut pada Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan
data sementara hasil asesmen lapangan, total kerugian diperkirakan mencapai
puluhan juta rupiah.
Kepala
Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengungkapkan bahwa proses
penghitungan nilai kerusakan sedang berlangsung di 30 titik lokasi kejadian
yang tersebar di 19 desa/kelurahan pada seluruh kecamatan di Jembrana.
"Berdasarkan
data sementara hasil asesmen, kerugian di setiap lokasi rata-rata berkisar
antara Rp1 juta hingga Rp5 juta. Mengingat ada 30 titik terdampak, estimasi
total kerugian mencapai puluhan juta rupiah," ujar Agus Artana,
dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).
Meskipun
terdapat laporan rumah yang ambruk, BPBD mencatat bangunan tersebut umumnya
berkategori semi-permanen. Asesmen mendalam terus dilakukan agar bantuan yang
disalurkan nantinya tepat sasaran dan sesuai dengan tingkat kerusakan di
lapangan.
Di sisi
lain, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menginstruksikan percepatan
pemulihan fisik. Saat meninjau lokasi, ia menegaskan pentingnya penanganan
kolektif agar aktivitas masyarakat kembali normal dalam waktu singkat.
"Target
kami hitungan jam agar kerusakan seperti genteng bocor segera terpasang
kembali. Kita ingin bekas-bekas bencana segera hilang agar beban psikologis
warga tidak bertambah," tegas Bupati Kembang.
Hingga saat
ini, aparat bersama elemen masyarakat masih bergotong royong melakukan
pembersihan dan perbaikan di lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan seluruh
sarana publik dan hunian warga kembali layak fungsi. (dik)
