DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Sebagai
perguruan tinggi yang telah mapan dalam ekosistem digital, Institut Teknologi
dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali kembali menjadi rujukan bagi institusi pendidikan
lain dalam pengembangan arsitektur teknologi informasi.
Kamis (8/1/2026), ITB STIKOM Bali menerima kunjungan
strategis dari tim Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan dalam
rangka benchmarking untuk mengadopsi praktik baik (best
practices) terkait koordinasi dan pengembangan Sistem Pelayanan Terpadu Tingkat
Perguruan Tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus ITB STIKOM Bali ini
difasilitasi secara sinergis oleh Direktorat Kerja Sama, Layanan Industri, dan
Inkubator Bisnis, bersama dengan Direktorat Digitalisasi serta Bagian Humas ITB
STIKOM Bali.
Delegasi IAHN Mpu Kuturan yang hadir terdiri dari para
praktisi teknis, yakni Kadek Nike Hartini, S.Pd. (Pengembang Teknologi
Pembelajaran), I Komang Tri Edi Wardana, S.Pd., M.Kom. (Pranata Komputer), dan
Ni Nyoman Reski Udayani, S.Pd. (Pranata Layanan Operasional).
Kehadiran tim teknis ini menunjukkan keseriusan IAHN Mpu
Kuturan dalam menggali detail teknis implementasi sistem.
Fokus utama diskusi dalam pertemuan ini menyoroti
pengelolaan Sistem Informasi Akademik yang dimiliki ITB STIKOM Bali.
Sistem ini dinilai telah berhasil mentransformasi proses
bisnis konvensional menjadi digital, mencakup siklus hidup mahasiswa secara
komprehensif, mulai dari Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB), penyusunan jadwal
kuliah, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), pengelolaan nilai, hingga
pelaporan akademik ke pangkalan data nasional.
Dalam paparannya, Direktur Direktorat Digitalisasi ITB
STIKOM Bali, Yohanes Priyo Atmojo, S.Kom., M.Eng., menekankan bahwa
"Proses pengembangan sistem berbasis digital di ITB STIKOM Bali dilakukan
secara bertahap dengan roadmap yang sangat jelas sejak 20 tahun lalu hingga
kini.
Konsistensi ini menghasilkan sistem yang matang, handal,
dan adaptif terhadap kebutuhan tata kelola layanan terpadu.
Hal ini tidak lepas dari dukungan manajemen ITB STIKOM Bali
yang kuat dan penuh komitmen untuk memberikan kepuasan maksimal dalam layanan
digital bagi seluruh civitas akademika," ujar Yohanes.
Pendekatan ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi
tidak hanya bergantung pada kecanggihan perangkat lunak, tetapi juga pada visi
kepemimpinan dan konsistensi pengembangan.
Efisiensi, transparansi, dan kemudahan akses bagi
mahasiswa, dosen, serta staf administrasi menjadi indikator utama keberhasilan
implementasi tersebut di ITB STIKOM Bali.
Kunjungan ini menghasilkan berbagai pertukaran wawasan
positif antar kedua institusi.
Pihak IAHN Mpu Kuturan mengapresiasi kemajuan infrastruktur
digital yang dimiliki oleh ITB STIKOM Bali.
Mewakili delegasi IAHN Mpu Kuturan, I Komang Tri Edi
Wardana, S.Pd., M.Kom., menyampaikan optimisme pasca pertemuan ini.
"Kami berharap dapat menjalin kerja sama pengembangan
layanan digital yang lebih konkret dengan ITB STIKOM Bali di masa mendatang.
Hal ini krusial untuk mendukung implementasi layanan prima di lingkungan IAHN
Mpu Kuturan," ungkapnya.
Pertemuan benchmarking ini diharapkan
menjadi langkah awal dari kolaborasi strategis antara ITB STIKOM Bali dan IAHN
Mpu Kuturan, guna bersama-sama memajukan kualitas pendidikan tinggi di Bali
melalui pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna dan akuntabel. (*)
