Wawali Arya Wibawa saat meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Desa Sidakarya, Rabu (21/1/2026). (Foto: Hms Dps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Pemerintah Kota Denpasar merespon cepat kejadian bencana angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (21/1/2026) dini hari, yang menyebabkan puluhan bangunan permanen dan semi permanen mengalami kerusakan ringan hingga sedang di beberapa wilayah di Kota Denpasar.
Beberapa
titik lokasi yang dimaksud adalah, wilayah Desa Sidakarya, wilayah Kelurahan
Kesiman, dan juga wilayah Desa Sanur Kauh.
Kebanyakan
bangunan dan rumah warga yang terdampak angin puting beliung ini mengalami
kerusakan ringan hingga sedang, baik pada bagian atap dan genteng, tembok
maupun area Pelinggih warga.
Saat
memimpin peninjauan lokasi bencana di wilayah Desa Sidakarya, Rabu (21/1/2026),
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan keprihatinannya
atas kejadian ini.
Pihaknya
juga mengkoordinir beberapa dinas terkait, antara lain BPBD, Dinas Pemadam
Kebakaran, DLHK, Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya untuk segera melakukan
pendataan dan assessment rumah korban terdampak bencana puting beliung.
"BPBD
dan Dinas Sosial melalui Tim Tagana akan segera melalukan pendataan dan
assessment. Ini menjadi hal penting untuk segera mengetahui seberapa besar
kerusakan yang dialami oleh para warga," kata Arya Wibawa.
Lebih jauh,
Arya Wibawa juga memerintahkan dinas terkait, secara bergotong royong
bersama-sama warga setempat melakukan pembersihan lokasi pascabencana.
Hal ini
lantaran beberapa puing reruntuhan tembok, ranting pohon dan dedaunan, genteng,
asbes dan material lainnya terlihat memenuhi beberapa titik di kediaman warga
dan akses jalan gang perumahan warga.
"Kita
akan fokuskan untuk pembersihan lokasi bencana. Dinas terkait seperti DLHK dan
lainnya akan dikerahkan untuk membantu warga melakukan pembersihan
disini," tegasnya.
Kepala BPBD
Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Arimbawa mengkonfirmasi, saat ini tim BPBD masih
melakukan pendataan di lapangan guna mengetahui apakah masih ada
penambahan jumlah rumah warga yang terdampak bencana ini.
Dari hasil
pendataan di lapangan, pada 3 titik lokasi wilayah, setidaknya 63 bangunan dan
rumah warga terdampak angin puting beliung ini.
"Terdata
21 rumah warga terdampak bencana ini di Desa Sidakarya, kemudian 27 bangunan
dan rumah warga di Kelurahan Kesiman, dan 15 di wilayah Desa Sanur Kauh. Kami
akan melakukan pendataan lagi untuk mengetahui apakah ada penambahan data rumah
warga yang mengalami kerusakan akibat bencana ini," katanya.
Joni
Arimbawa kemudian memerinci, titik lokasi Desa Sidakarya berada di wilayah Gang
Kenari, dan sekitarnya.
Sementara
itu, di Kelurahan Kesiman, titik lokasi berada di Jalan Pakis Aji, dan di Desa
Sanur Kauh sendiri, lokasi terkena bencana ini berada di wilayah Tunggak
Bingin.
"Sama
seperti di wilayah Sidakarya dan Kesiman, rata-rata rumah warga mengalami
kerusakan pada genteng, tembok, dan area Pelinggih," tambah Joni Arimbawa.
Salah
seorang warga Desa Sidakarya terdampak bencana puting beliung, Nyoman Alit
Suteja mengisahkan, kejadian angin puting beliung ini sendiri terjadi sekitar
pukul 1.45 dini hari saat dirinya tengah tertidur.
Alit Suteja
terbangun saat mendengar suara material berjatuhan, yang setelah dicek keluar
rumah ternyata beberapa genteng rumahnya yang sudah berjatuhan.
"Setelah
saya lihat ke rumah tetangga juga sama, banyak yang berjatuhan gentengnya, dan
beberapa pohon juga tumbang," ujarnya. (hum/win)
