Perspectives News

Selingkuh Viral: Pemkab Jembrana Proses Tegas Oknum PPPK

 


 


Kantor Bupati Jembrana. (Foto: dik/Perspectives)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Pemerintah Kabupaten Jembrana memastikan tidak tinggal diam terkait dugaan perselingkuhan sesama oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang viral di media sosial.

Saat ini, Pemkab melalui Inspektorat serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tengah melakukan investigasi mendalam terhadap kedua oknum tersebut.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Jembrana, I Made Budiasa, menegaskan bahwa proses pemeriksaan telah berjalan bahkan sebelum video penggerebekan tersebut ramai dibicarakan publik.

Pihaknya menjamin penanganan kasus ini dilakukan secara serius sesuai regulasi kepegawaian yang berlaku.

​"Penjatuhan hukuman disiplin harus melalui mekanisme dan tahapan sesuai aturan. Investigasi wajib dilakukan untuk mendapatkan fakta sebenarnya," ujar Sekda Budiasa, Minggu (18/1/2026).

​Meski proses sedang berjalan, Sekda mengakui adanya sedikit hambatan teknis.

Oknum PPPK perempuan yang dilaporkan diketahui tidak masuk kerja selama sepekan terakhir pascakejadian penggerebekan pada Jumat (9/1/2026) lalu.

​Budiasa mengingatkan bahwa ada konsekuensi berat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun PPPK yang terbukti melanggar kode etik dan norma kesusilaan.

Pendalaman fakta diperlukan karena video yang beredar masih bersifat indikasi awal. Jika terbukti melakukan pelanggaran asusila, Pemkab Jembrana tidak segan mengambil langkah ekstrem.

"Sanksinya bisa langsung dipecat," tegas Sekda.

​Di sisi lain, suami dari oknum perempuan tersebut, AN, yang sebelumnya menyebarkan video penggerebekan, kini telah mengeluarkan pernyataan terbuka.

Ia meminta masyarakat untuk berhenti menyebarkan video tersebut demi menjaga kondisi psikologis anak-anak mereka.

​AN menyatakan bahwa kasus ini sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk diproses secara hukum dan kedinasan.

"Mohon video tersebut dihapus demi menjaga mental anak-anak. Saat ini sudah dalam penanganan," ungkapnya melalui media sosial pribadi. (dik)

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama