Perspectives News

Dukung Akselerasi Program Asta Cita dan Ekonomi Kerthi Bali, Realisasi KPP Bank BPD Bali Tembus 55 Miliar di Awal Tahun

 

Kantor Pusat Bank BPD Bali, Renon, Denpasar. (Foto: ist)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS -  Di tengah visi Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali mewujudkan Program 3 Juta Rumah, PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) tancap gas dalam penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP).

Dalam kurun waktu dua bulan pertama di tahun 2026, Bank BPD Bali berhasil merealisasikan pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp55,16 miliar atau setara dengan 23,57 persen dari total target tahunan sebesar Rp234 miliar.

Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Bank BPD Bali sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di Pulau Dewata.

Berdasarkan data posisi 2 Maret 2026, Bank BPD Bali menunjukkan kinerja yang solid pada dua lini utama KPP sesuai regulasi terbaru Peraturan Menko Perekonomian No. 13 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri PKP No. 13 Tahun 2025 yakni dari sisi supply (KPP Supply) yang menjadi tulang punggung bagi para pengembang rumah subsidi, kontraktor, hingga pedagang bahan bangunan. Realisasinya mencapai Rp30,10 miliar atau 48,56 persen dari target, mencakup 16 rekening debitur.

Dari sisi demand (KPP Demand) yang ditujukan kepada masyarakat ekonomi menengah ke bawah untuk memiliki atau merenovasi hunian, tercatat realisasi sebesar Rp25,05 miliar atau 14,57 persen meliputi 65 rekening debitur.

Komitmen Direksi, Ekonomi Tumbuh dari Rumah

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., Jumat (6/3/2026) menegaskan bahwa Kredit Program Perumahan (KPP) merupakan instrumen penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor properti.

"Kami melihat KPP sebagai wujud sinergi antara kebijakan pusat melalui Asta Cita dengan kearifan lokal Ekonomi Kerthi Bali dimana program ini merupakan stimulus bagi ekosistem perumahan di Bali. Tidak hanya membantu masyarakat memiliki hunian layak dengan bunga rendah di kisaran 5 persen hingga 6 persen, tetapi juga memastikan UMKM di bidang konstruksi memiliki modal kerja yang kuat untuk membangun. Capaian 23,57 persen di awal Maret ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari pelaku usaha dan masyarakat Bali," ujar I Nyoman Sudharma.

Nyoman Sudharma menambahkan bahwa Bank BPD Bali berkomitmen untuk selalu menjaga penyaluran kredit tepat guna dan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) yang ketat namun tetap solutif. "Target kami adalah memastikan setiap rupiah yang disalurkan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan keberlangsungan usaha pengembang lokal," imbuhnya.

Bank BPD Bali berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat, memastikan bahwa kredit yang disalurkan menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat Bali yang lebih baik.

Untuk informasi selengkapnya mengenai Kredit Program Perumahan (KPP), silakan akses laman resmi Bank BPD Bali melalui tautan bpdbali.co.id/page/read/260, hubungi BPD Bali Call 1500844, atau kunjungi Kantor Bank BPD Bali terdekat. Bank BPD Bali berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia, dan merupakan peserta penjaminan LPS. (adv23)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama