Pengurus SMSI Bali berpose bersama usai rapat persiapan Aksi
Tanam 1.000 Mangrove dalam Rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Sekretariat SMSI
Provinsi Bali kawasan Lumintang, Denpasar. (Foto: Panitia)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – Serangkaian Hari Pers Nasional 2026, Serikat Media Siber
Indonesia (SMSI) Provinsi Bali menggandeng Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup
(KLH) Provinsi Bali dan komunitas lingkungan Jaringan Jurnalis Peduli Sampah
(J2PS) Bali mengadakan giat sosial sosial merawat lingkungan dengan aksi
menanam mangrove.
Sebanyak 1.000 pohon mangrove bakal ditanam oleh 50 orang lebih anggota SMSI
Bali di Arboretum Tahura Ngurah Rai, sebagai pusat konservasi dan edukasi tanaman
mangrove di Bali pada Senin (9/3/2026).
Ketua J2PS Agustinus Apollonaris KD yang juga ketua panitia
kegiatan menjelaskan, SMSI Provinsi Bali memilih kegiatan aksi tanam mangrove
karena maraknya isu kerusakan lingkungan.
"Jadi wartawan bukan saja menulis berita tentang
lingkungan dan kerusakan yang ada, tapi juga terlibat langsung dalam konservasi
dengan melakukan hal kecil seperti menanam mangrove," kata Agustinus
Apollonaris, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, hutan bakau Tahura Ngurah Rai membentang luas
menghijau tampak subur dan gagah. Namun, jika diabaikan tanpa ada sorotan,
sangat rentan terjadi kerusakan baik oleh alam sendiri maupun kelalaian
manusia.
Wakil Ketua Bidang OKK SMSI Provinsi Bali ini menambahkab,
keterlibatan langsung media melalui wartawan akan memberikan dampak langsung
terkait pemahaman tentang mangrove. Diharapkan, aksi tanam mangrove itu, juga
berdampak pada hasil karya jurnalistik yang dihasilkan
Seribu batang bibit mangrove yang ditanam itu disiapkan oleh
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali melalui UPT Tahura Ngurah
Rai.
"Yang terpenting kita tidak hanya menanam tapi merawat
yang sering jadi masalah ketika menanam dan akhirnya lepas tanpa perawatan.
Kepada teman-teman media SMSI Provinsi Bali, saya mengimbau untuk hadir turun
menanam mangrove," ujarnya.
Sejumlah koorporasi, asosiasi hingga perbankan terlibat
dalam event lingkungan ini antara lain, Bank BPD Bali, Angkasa Pura Supports,
Jasa Marga Bali Mandara.
I Gusti Ngurah Rai International Airport by Injourney
Airports, Rumah Sakit Bhakti Rahayu, Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia, Bebek
Bengil, ITDC dan Pelindo.
"Kita berharap setelah kita tanam, kita masih dapat
melihat kembali apa yang sudah kita tanam, andaikata tidak kita pantau itu
pasti akan mati, bisa karena kering, terjangan ombak atau terlilit sampah
plastik," jelas Agustinus Apollo.
Aksi menjaga dan merawat lingkungan pesisir itu melibatkan
ratusan wartawan dari media yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia
(SMSI) Provinsi Bali dan Jaringan Jurnalis Peduli Sampah.
Para pemangku kepentingan di Provinsi Bali dan pihak swasta
juga menjadi bagian dalam Wartawan Peduli 'Tanam 1.000 Mangrove' di Tahura
Ngurah Rai. Diagendakan, acara akan dibuka olah Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri
Prasta.
Agustinus mengungkap, mangrove tidak hanya melindungi
pesisir dari abrasi, tapi ekosistem penting penopang sumber penghidupan
masyarakat.
“Mangrove adalah benteng alami yang melindungi pesisir dari
abrasi, sekaligus ekosistem yang menopang perikanan dan kehidupan
masyarakat," jelas Agustinus Apollonaris. (rls)
