Managemen PT PLN (Persero) UID Bali saat melakukan pengecekan kondisi peralatan dalam rangka kesiapan menyambut Idul Fitri. (Foto: PLN)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- PT PLN (Persero) Unit
Induk Distribusi (UID) Bali memastikan sistem kelistrikan selama Hari Raya
Idulfitri 1 Syawal 1447 H berada dalam kondisi andal dengan cadangan daya yang
mencukupi, guna menjamin kenyamanan masyarakat dalam beribadah, bersilaturahmi,
hingga aktivitas liburan di Bali.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho
menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Bali memiliki daya mampu sebesar 1.451
megawatt (MW) dengan estimasi beban puncak Idulfitri mencapai 978 MW.
“Dengan kondisi tersebut, sistem kelistrikan Bali berada
dalam posisi aman dengan cadangan daya hampir mencapai 500 MW untuk mendukung
seluruh aktivitas masyarakat selama Idulfitri,” ujarnya.
Untuk menjaga keandalan tersebut, PLN menyiagakan 1.030
personel yang tersebar di 70 lokasi strategis, mencakup posko siaga serta
lokasi prioritas dan VIP. PLN juga memastikan tidak melakukan pekerjaan
pemeliharaan pada jaringan transmisi maupun distribusi selama masa siaga agar
suplai listrik tetap optimal.
"Sebagai langkah antisipasi, PLN juga menyiagakan
peralatan antara lain 24 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan
berbagai kapasitas yang siap dimobilisasi apabila diperlukan," imbuhnya.
Dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya pengguna
kendaraan listrik, PLN telah menyediakan 142 unit Stasiun Pengisian Kendaraan
Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai titik di Bali. Pengguna dapat
memanfaatkan fitur Trip Planner pada aplikasi PLN Mobile untuk mengetahui
lokasi SPKLU dan merencanakan perjalanan dengan lebih efisien.
PLN Mobile juga menghadirkan kemudahan layanan kelistrikan
selama 24 jam, mulai dari pembelian token, pembayaran listrik, hingga pelaporan
gangguan, sehingga kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi selama periode
Idulfitri.
PLN turut mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan rumah
agar memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, seperti mematikan
peralatan listrik yang tidak digunakan. Pelanggan juga diingatkan untuk
melakukan pembayaran listrik sebelum tanggal 20 setiap bulannya agar perjalanan
mudik berlangsung lebih tenang. (lan/pln)
