Perspectives News

Sinergi Lintas Agama Kunci Kekhidmatan Nyepi dan Lebaran 2026, Bupati Kembang Sampaikan Terima Kasih

 

Bupati Kembang saat melepas parade mobil hias malam takbiran di Yeh Sumbul, Minggu (22/3/2026). (Foto: Hms Jbr)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Pelaksanaan  Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung berdekatan di tahun 2026 mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, Minggu (22/3/2026).

Ia menilai, suasana khidmat dan kondusif yang tercipta merupakan bukti nyata dari kematangan sosial dan tingginya nilai toleransi yang dimiliki masyarakat Jembrana.

Bupati Kembang Hartawan menyampaikan rasa bangganya melihat bagaimana dua hari besar ini tidak hanya berjalan aman, tetapi juga diwarnai dengan aksi saling dukung antarumat beragama yang sangat menyentuh.

Bupati menekankan, kelancaran ini tidak lepas dari persiapan matang dan kerja keras semua pihak di lapangan.

Berbagai persiapan telah dilakukan sebelumnya, rapat kordinasi dan sosialisasi diantara umat beragama melibatkan tokoh dan serta aparat terkait.

"Secara khusus, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Forkopimda Jembrana , unsur pengamanan adat seperti Pecalang, serta para pemuda yang tergabung dalam sekaa teruna maupun kelompok remaja masjid. Sinergi ini adalah kunci mengapa Jembrana tetap tenang dan nyaman bagi semua orang untuk beribadah," ujar Bupati Kembang Hartawan.

Bupati juga menyoroti fenomena indah yang terjadi di Desa Air Kuning, di mana seni Rebana mengiringi Ogoh-ogoh dan gamelan Baleganjur menyemarakkan malam Takbiran.

Menurutnya, hal ini bukan sekadar kolaborasi seni, melainkan simbol persaudaraan yang melampaui sekat keyakinan.

"Apa yang kita lihat di Air Kuning adalah potret asli Jembrana. Perbedaan bukan menjadi pemisah, melainkan kekayaan yang saling melengkapi. Ketika dentuman Baleganjur bersambut dengan tabuhan Rebana, di sanalah letak kekuatan sosial kita," tambahnya.

Menutup apresiasinya, Bupati berharap agar semangat kebersamaan ini tidak hanya muncul saat momen hari raya saja, melainkan menjadi identitas permanen warga Jembrana dalam kehidupan sehari-hari.

"Kekhidmatan yang kita rasakan tahun ini adalah warisan berharga untuk generasi mendatang. Mari kita jaga terus fondasi toleransi ini agar Jembrana selalu menjadi rumah yang damai bagi siapa saja, apapun latar belakangnya," pungkasnya.  (prokopim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama