Pemkab Jembrana saat Rakor Lintas Sektoral di Ruang Rapat Kantor Kesbangpol Jembrana, Kamis (30/4/2026) menanggapi isu viral mengenai dugaan kekerasan seksual antara oknum guru dan siswi. (Foto: Kominfo Jembrana)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Jembrana merespons cepat dalam menjaga kondusivitas wilayah dan
perlindungan anak. Hal ini terkait isu viral mengenai dugaan kekerasan seksual
antara oknum guru dan siswi.
Pemkab Jembrana langsung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)
Lintas Sektoral di Ruang Rapat Kantor Kesbangpol Jembrana, Kamis (30/4/2026).
Langkah taktis ini diambil guna mengklarifikasi informasi
yang simpang siur serta mencegah keresahan di masyarakat.
Rakor yang diinisiasi bersama Komisi Perlindungan Anak
Daerah (KPAD) Bali ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari
Disdikpora, Kominfo, Polres Jembrana (Unit PPA), hingga Tim Penggerak PKK.
Berdasarkan hasil investigasi mendalam di lapangan oleh Unit
PPA Polres Jembrana dan UPTD PPA, dipastikan bahwa hal tersebut bukanlah
tindakan asusila.
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana,
menegaskan percakapan tersebut murni membahas ajakan bermain game online
(mabar) Mobile Legends.
"Kami tidak menemukan unsur pidana kekerasan seksual.
Hasil pelacakan menunjukkan adanya indikasi penyuntingan (editing) pada
tangkapan layar yang beredar oleh oknum tidak bertanggung jawab, seperti
penambahan stiker dan manipulasi waktu," jelas AKP Alit Darmana, Jumat
(1/5/2026).
Kadisdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra,
menambahkan bahwa guru yang bersangkutan adalah pembina ekstrakurikuler
E-Sport. Istilah seperti ‘di kamar’ atau ‘siap’ merujuk pada posisi siap
memulai permainan dari rumah masing-masing, bukan merujuk pada lokasi fisik
yang sama.
Meski tuduhan tidak terbukti, Pemkab Jembrana tetap
menjadikan peristiwa ini sebagai momentum perbaikan sistem pendidikan.
Disdikpora Jembrana langsung menetapkan aturan tegas terkait
penggunaan gawai di sekolah. Siswa kini wajib mengumpulkan ponsel di loker
khusus dan dilarang menggunakannya saat jam istirahat guna menghindari konten
negatif.
Di sisi lain, Plt. Kadis Kominfo Jembrana, Made Cipta
Wahyudi, menekankan pentingnya parental control dan literasi digital.
Ke depan, Pemkab Jembrana akan menggencarkan edukasi empat
pilar literasi digital: Etika, Budaya, Keamanan, dan Keterampilan Digital di
seluruh sekolah.
Melalui Rakor cepat ini, Pemkab Jembrana berhasil
membuktikan komitmennya dalam memberikan perlindungan maksimal bagi anak
sekaligus menjaga iklim pendidikan agar tetap aman, nyaman, dan kondusif dari
disinformasi. (dik)
