
Petugas dan warga sempat mengevakuasi salah satu sopir yang tergencet bodi kendaraan setelah mengalami adu jangkrik di Jalan Raya Nasional Denpasar-Gilimanuk KM 57-58, Banjar Dangin Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Selasa (31/3/2026) siang pukul 13.30 WITA. (Foto: Polsek Pekutatan)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Kecelakaan ‘adu jangkrik’
yang melibatkan satu unit Isuzu Microbus Travel dan Isuzu Truck terjadi di
Jalan Raya Nasional Denpasar-Gilimanuk KM 57-58, Banjar Dangin Tukad, Desa
Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Selasa (31/3/2026) siang pukul 13.30 WITA.
Kapolsek Pekutatan, Kompol Putu Suarmadi mengungkapkan
bahwa insiden bermula saat Microbus bernomor polisi N 7013 UN yang dikemudikan
Syaiful Rizal Mas Agus (36) asal Bondowoso, Jawa Timur, melaju dari arah
Denpasar menuju Gilimanuk. Setibanya di lokasi yang merupakan tikungan landai,
sopir diduga kehilangan kesadaran akibat kelelahan.
"Berdasarkan keterangan pengemudi microbus, yang
bersangkutan merasa mengantuk dan sempat tertidur sesaat (microsleep).
Akibatnya, ia tidak menyadari adanya tikungan ke kiri dan kendaraan justru
melaju lurus ke jalur berlawanan," ujar Kompol Putu Suarmadi.
Di saat yang bersamaan, sebuah Isuzu Truck dengan nomor
polisi N 9029 UG yang dikemudikan Yusub (46) asal Kota Malang, datang dari arah
berlawanan. Benturan keras pada bagian depan samping kanan kedua kendaraan pun
tidak terhindarkan.
Kecelakaan ini mengakibatkan kerusakan parah pada kedua
kendaraan dengan estimasi kerugian materi mencapai Rp20 juta.
Sementara, sopir truck (Yusub), mengalami luka robek pada
dahi, tangan, dan lutut, serta nyeri panggul. Korban segera dirujuk ke RSU
Negara untuk penanganan lebih lanjut.
Sedangkan sopir travel (Syaiful Rizal), mengalami luka
lecet pada telinga dan keluhan nyeri di bagian pinggang dan kernet travel
mengalami luka lecet ringan pada bagian pelipis.
Pihak kepolisian dari Polsek Pekutatan segera mendatangi
lokasi untuk melakukan olah TKP dan menolong korban. Guna menghindari kemacetan
panjang di jalur nasional tersebut, petugas sempat memberlakukan sistem
buka-tutup arus lalu lintas selama proses evakuasi bangkai kendaraan.
Hingga pukul 16.00 WITA, kedua kendaraan telah berhasil
dievakuasi dan diamankan di Polres Jembrana. Kasus ini kini ditangani oleh Unit
Gakkum Satlantas Polres Jembrana untuk penyelidikan lebih lanjut. (dik)