Jamaah Muhammadiyah di Kota Denpasar saat melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Lapangan Niti Mandala Renon, Jumat (20/3/2026) beberapa jam setelah umat Hindu melaksanakan Nyepi. (Foto: dika)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – Warga muslim Muhammadiyah memadati Lapangan Monumen Niti
Mandala Renon, Denpasar untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1447
Hijriah, Jumat (20/3/2026). Selain di Lapangan Monumen Niti Mandala Renon,
untuk wilayah Kota Denpasar salat Id juga dilakukan di SD Muhammadiyah 1
Denpasar dan Perguruan Muhammadiyah Sebelanga.
Selain di Kota Denpasar, Muhammadiyah juga menggelar salat
Idul Fitri di Kabupaten Badung, yakni di Lapangan Politeknik Negeri Bali, Bukit
Jimbaran. Untuk Kabupaten Klungkung dilaksanakan di Masjid Hasanuddin, Jalan
Gajah Mada, Semarapura.
Untuk Kabupaten Tabanan diadakan di Gedung Dakwah PDM
Tabanan, Jalan Pulau Nias, di Kabupaten Buleleng di Area Parkir Pelabuhan Tua
Buleleng dan Gedung Dakwah PCM Gerokgak, di Kabupaten Jembrana dilaksanakan di dua
tempat, yakni Masjid An-Nur Muhammadiyah, Jalan Kalimutu No. 53, Negara dan Masjid
As-Shidiqiyah Sang Surya, Arum Melaya, Gilimanuk, serta di Kabupaten Gianyar di
Mushala Miftahul Jannah, Jalan Astina Selatan No. 96.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali Husnul Fahmi
di Denpasar, mengatakan pihaknya menekankan pentingnya umat tetap menjaga
kerukunan meskipun terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah sebagai
waktu untuk mereka melaksanakan Salat Idul Fitri tahun ini.
“Hari Lebaran Idul Fitri kan ada perbedaan dengan
pemerintah, Muhammadiyah melaksanakan pada hari ini (20/3/2026) sedangkan
pemerintah besok (21/3/2026), tapi jadikanlah perbedaan itu sebagai rahmat,
jangan dijadikan pertentangan, kita juga hormati saudara-saudara kita umat Islam
yang melaksanakan Idul Fitri besok,” katanya sebelum pelaksanaan salat Idul
Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Lapangan Monumen Niti Mandala Renon.
Ia mengemukakan pentingnya menjaga kerukunan itu dimulai
dari warga Muhammadiyah. Selain dengan sesama Muslim, ia mengingatkan tentang
kerukunan warga Muhammadiyah dengan umat Hindu di daerah itu yang baru saja
melaksanakan Hari Raya Nyepi.
Ia menyebut pelaksanaan Shalat Idul Fitri oleh umat Islam
setempat bertepatan dengan sehari setelah umat Hindu melaksanakan Hari Raya
Nyepi yang berjalan lancar, membuktikan kekuatan kerukunan antar-umat beragama
di daerah tersebut.
“Tadi walau diawali rintik-rintik tapi pelaksanaan salat id
berjalan lancar, aman, tertib, didukung pemerintah daerah dan para pecalang
(satuan pengamanan desa adat),” kata dia.
Khatib salat id di Lapangan Monumen Niti Mandala Renon, Kota
Denpasar Ustadz Sya'ban mengatakan pentingnya konsistensi menjaga ukhuah
islamiah. “Walaupun berbeda hari, agar tetap kita konsisten untuk menjaga
kerukunan, ukhuah islamiah sesama saudara kita,” kata dia.
Selain menjaga kerukunan, dia mengharapkan, ldul Fitri juga
menjadi awal peningkatan warga Muhammadiyah dalam beribadah sehingga segala
ketaqwaan dan ketenteraman yang dijaga selama Ramadhan terbawa dalam kehidupan
sehari-hari setelah masa puasa itu. (*)
