Temukan pengalaman dan kemewahan di setiap rangkaian hidangan yang merefleksikan keterikatan intim antara tanah dan sumber pangan di Tembaga, Bambu Indah. (Foto: Ist)
UBUD, PERSPECTIVESNEWS- Bambu Indah yang secara
konsisten diakui sebagai salah satu resor terbaik di Ubud, mempersembahkan The Garden
Journey - sebuah perjalanan dan pengalaman penuh kemewahan dari paduan keindahan
alam, gastronomi serta budaya lokal.
Dalam rangka memperingati Earth Hour 2026, Bambu Indah mengundang
kalangan tamu terpilih untuk menikmati sebuah malam dengan suguhan permakultur,
seni kuliner oleh chef plant-based berbintang Michelin, serta pertunjukan
legendaris.
Bambu Indah ditetapkan TIME Magazine sebagai salah satu
tempat terbaik di dunia dan menempati peringkat ketiga di Trip Advisor dalam
kategori pengalaman unik global dengan sentuhan kemewahan berkelanjutan.
Didirikan oleh John dan Cynthia Hardy, tempat peristirahatan
ini mencerminkan dedikasi seumur hidup mereka terhadap desain berkelanjutan,
keahlian kriya, dan pelestarian budaya.
Pengalaman dimulai dengan sambutan hangat berupa kombucha
fermentasi rumahan yang disajikan saat kedatangan, menandai awal dari
perjalanan yang dikurasi dengan saksama.
Para tamu kemudian diundang mengikuti sesi diskusi
permakultur oleh Justin Robertshaw, seorang konsultan desain permakultur dan
pendidik ternama dunia.
Dengan pengalaman puluhan tahun dalam membentuk lanskap
berkelanjutan di berbagai penjuru dunia, Robertshaw membagikan wawasan mengenai
praktik budidaya harmonis serta filosofi di balik pertanian organik Bambu
Indah, sebagai fondasi eksplorasi imersif malam tersebut.
Para tamu diajak berjalan menyusuri kebun organik Bambu Indah. (Foto: Ist)
Usai sesi, para tamu diajak berjalan menyusuri kebun organik
Bambu Indah, menyaksikan langsung penerapan prinsip permakultur sambil
menikmati hidangan pembuka terinspirasi dari kebun: daun renyah, sayuran serai
panggang, serta lobak yang disajikan dalam wadah terakota. Setiap sajian
merefleksikan keterikatan intim antara tanah dan sumber pangan.
Perjalanan berlanjut dengan pertunjukan musik akustik
langsung dari Tritala, yang mengiringi jamuan makan 10 hidangan karya Chef
Alejandro Cancino, seorang chef plant-based berbintang Michelin yang telah
meraih berbagai penghargaan.
Setelah eksplorasi kebun, kreasi Chef Cancino disajikan
dalam rangkaian hidangan elegan, mulai dari kaldu berinfus herbal, sayuran
musiman, hingga interpretasi plant-based dari hidangan klasik, yang berpuncak
pada hidangan penutup lembut terinspirasi buah tropis dan hasil kebun.
Setiap hidangan merupakan perayaan asal-usul bahan, musim,
dan seni kuliner yang mengalir harmonis dari tanah ke meja di Tembaga, Bambu
Indah.
Setelah santap malam, para tamu diajak menyalakan lilin di
seluruh area kebun sebagai bentuk penghormatan terhadap bumi dan semangat Earth
Hour.
Saat cahaya perlahan diredupkan, suasana berubah menjadi
ruang kontemplatif, dan pertunjukan wayang Bali di Tembaga pun muncul dari
kegelapan, memadukan narasi, budaya, dan ritual dalam sebuah penutup yang
imersif.
Bambu Indah tidak sekadar menghadirkan acara, melainkan
merangkai momen: terkurasi dengan niat, langka, dan tak terulang.
The Garden Journey adalah undangan untuk menghormati bumi,
meresapi budaya, dan menikmati seni hidup yang dijalani dengan kesadaran penuh.
Tentang Bambu Indah
Bambu Indah Resort – Laboratorium Hidup & Hotel Artisanal Hardy di Bali, berlokasi di lembah Sayan, Ubud, Bambu Indah adalah tempat di mana waktu terasa melambat, dan alam menjadi pusat pengalaman.
Didirikan pada tahun 2005 oleh John Hardy, desainer
perhiasan ternama, dan istrinya Cynthia Hardy, resor ini bermula dari 11 rumah
pengantin antik Jawa yang dikumpulkan selama perjalanan mereka.
Terletak di tebing hutan dengan pemandangan sawah,
rumah-rumah ini awalnya digunakan sebagai ruang berkumpul bagi teman sebelum
dibuka untuk para wisatawan dari seluruh dunia.
Rumah-Rumah Artisanal:
Bambu Indah menawarkan 24 hunian yang dirancang dengan
cermat, masing-masing mengundang tamu bersantai dengan kenyamanan dan gaya
artisanal unik.
Setiap detail mencerminkan komitmen Hardy terhadap kehidupan
yang penuh perhatian dan hubungan mendalam dengan alam. (*)

