Perspectives News

Ekonomi Bali Tumbuh 5,82%, Koster Ajak OJK Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor


Gubernur Koster saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di Kantor OJK, Denpasar, Selasa (14/4). Foto: Hms. Prov. Bali. 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS — Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di Kantor OJK, Denpasar, Selasa (14/4). Dalam kesempatan tersebut, Koster menegaskan bahwa sinergi erat antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan.

Gubernur Koster mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terjalin antara Pemprov Bali, OJK, dan Bank Indonesia. Harmonisasi ini terbukti mampu memperkuat ekosistem perbankan daerah maupun nasional.

Koster menyoroti pertumbuhan ekonomi Bali yang mencapai 5,82 persen, menempatkan Bali di posisi empat besar nasional. Prestasi ini tergolong istimewa karena diraih tanpa mengandalkan sumber daya tambang. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali tercatat sangat tinggi di angka 79, dibarengi dengan penurunan kesenjangan ekonomi.

Hingga tahun 2025, sektor pariwisata tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi 66 persen terhadap ekonomi daerah. Bali bahkan menyumbang sekitar 55 persen devisa pariwisata nasional, atau setara dengan Rp176 triliun. Pada 2025, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) tercatat mencapai 7,05 juta orang, meningkat sekitar 750 ribu dibandingkan tahun sebelumnya. Secara total, kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mencapai lebih dari 16,3 juta orang.

“Bali ini kecil, tetapi berkah. Meski diterpa isu kemacetan dan kampanye negatif di media sosial, Astungkara kunjungan terus meningkat karena Bali tetap dicintai dunia,” ujar Koster. Namun, ia mengakui bahwa lonjakan ini membawa konsekuensi infrastruktur, sampah, dan ketahanan pangan yang membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Di samping urusan ekonomi, Koster menyelipkan pesan pelestarian budaya. Pemprov Bali terus mendorong pemberian insentif bagi keluarga yang memberikan nama tradisional Nyoman dan Ketut pada anak ketiga dan keempat guna menjaga warisan leluhur agar tidak punah.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Hermawan Bekti Sasongko, menyebut bahwa dinamika yang dihadapi Bali saat ini adalah problem of success—tantangan yang muncul akibat keberhasilan ekonomi itu sendiri. Ia memastikan OJK akan terus mendorong profesionalisme perbankan, termasuk penguatan peran UMKM dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

“Permasalahan di Bali adalah problem of success, dampak dari kesuksesan itu sendiri,” ujarnya.

Acara ini menandai pengukuhan Parjiman sebagai Kepala OJK Provinsi Bali sejak Maret 2026, menggantikan Kristrianti Puji Rahayu. Parjiman kini mengemban tugas untuk memimpin pengawasan sektor jasa keuangan di Bali, termasuk memberantas praktik lembaga keuangan ilegal.

Gubernur Koster berharap kepemimpinan baru ini dapat memperkuat kontribusi sektor keuangan dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berdaya saing global. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama