Perspectives News

Gubernur Koster Ajak Dunia Jaga Pariwisata Bali Berbasis Budaya dan Bermartabat

 
Gubernur Koster foto bersama usai sesi wawancara khusus oleh Rossiya Segodnya, International Media Group melalui Asia and Pacific Correspondent di Jayasabha, Denpasar, Sabtu (4/4). Foto: Hms. Prov. Bali. 

​DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya untuk menjaga eksistensi Bali sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang tetap berpijak pada akar kebudayaan. Dalam sesi wawancara khusus oleh Rossiya Segodnya, International Media Group melalui Asia and Pacific Correspondent, Uliana Miroshkina di Jayasabha, Denpasar, Sabtu (4/4) malam, Koster menyerukan agar masyarakat global turut bertanggung jawab dalam merawat orisinalitas Pulau Dewata.

​"Bali ibarat milik dunia yang harus kita rawat bersama. Ke Bali bukan semata-mata untuk berlibur, tetapi juga harus ikut menjaga dan mencintai Bali agar tetap 'cantik' di tengah perkembangan zaman," ujar Koster di hadapan koresponden asing, Uliana Miroshkina.

​Gubernur Koster menyampaikan, pariwisata bukan sekadar sektor pendukung bagi Bali, melainkan tulang punggung ekonomi. Sebagai destinasi wisata dunia, pariwisata Bali telah mampu memberikan kontribusi pada pertumbuhan perekonomian Bali yang mencapai 66,0 persen (data tahun 2024).

Kontribusi pariwisata Bali juga diberikan terhadap devisa negara, dimana pada tahun 2024 mencapai sebesar 53,6 persen dari total devisa pariwisata Indonesia.

Dalam jumlah kunjungan, pariwisata Bali di Tahun 2025 telah mampu mendatangkan Wisatawan Asing (Wisman) ke Pulau Dewata mencapai 7,05 juta orang atau lebih tinggi dari Tahun 2024 yang jumlahnya hanya mencapai 6,3 juta orang. 

​Koster mengingatkan bahwa kejayaan pariwisata Bali yang dimulai sejak tahun 1963 di Ubud bukanlah karena modernisasi, melainkan ketertarikan dunia terhadap aktivitas berkesenian, adat istiadat, dan keramah-tamahan lokal.

​"Pariwisata Bali tidak bisa lepas dari budaya. Inilah yang membuat kita tumbuh. Oleh karena itu, kualitas dan martabat pariwisata kita harus dijaga melalui kebijakan yang tegas," tambahnya.

Guna menjamin ketertiban, Pemprov Bali telah memberlakukan regulasi ketat, di antaranya

​Perda No. 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali dan ​Surat Edaran No. 04 Tahun 2023 mengenai tatanan baru atau panduan Do and Don’t bagi wisatawan mancanegara selama berada di Bali.

​Secara khusus, Gubernur Koster mengajak wisatawan dari berbagai belahan dunia, termasuk Rusia, untuk menjadi turis yang berkualitas dengan menghormati kearifan lokal. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan wisatawan adalah kunci agar Bali tetap menjadi destinasi yang tak tergantikan di masa depan. (*) 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama