Pemaparan materi standar penampilan dan etika pelayanan kepada petugas sebagai upaya PLN UP3 Bali Selatan menghadirkan pengalaman layanan bagi pelanggan. (Foto: PLN)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- PLN terus memperkuat
standar pelayanan dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas
dalam setiap proses layanan kelistrikan.
Upaya ini memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan
solusi atas kebutuhan listrik, tetapi juga merasakan layanan yang lebih ramah,
jelas, dan nyaman.
Penguatan kualitas layanan yang dilakukan melalui kegiatan
penyegaran (refreshment) dan sosialisasi standar pelayanan kepada petugas, Kamis
(23/4/2026), guna memastikan keseragaman sikap dan kualitas layanan di seluruh
titik layanan, baik di kantor maupun di lapangan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai petugas yang berinteraksi
langsung dengan pelanggan. Frontliner berperan sebagai garda terdepan yang
melayani pelanggan di kantor layanan, petugas keamanan menjadi pihak pertama
yang menyambut dan mengarahkan pelanggan, billman bertugas menyampaikan
informasi tagihan dan melakukan penagihan, sementara petugas pelayanan teknik
menangani kebutuhan teknis seperti gangguan listrik dan pekerjaan di lapangan.
Melalui penguatan ini, seluruh petugas tersebut didorong
untuk semakin memperhatikan standar pelayanan dalam setiap interaksi dengan
masyarakat, baik dari sisi komunikasi, sikap, maupun profesionalisme saat
bertugas.
Masyarakat dapat merasakan perubahan melalui cara petugas
menyapa, memberikan penjelasan yang lebih mudah dipahami, hingga respons yang
lebih cepat dan empatik saat menangani kebutuhan pelanggan.
Selama ini, layanan kelistrikan kerap diukur dari hasil
akhir, seperti listrik kembali normal atau permohonan selesai. PLN menegaskan
bahwa kenyamanan pelanggan selama proses layanan berlangsung merupakan bagian
penting yang tidak terpisahkan dari kualitas layanan.
Manajer PLN UP3 Bali Selatan, Alexander J. Manuhuwa
mengatakan, perubahan kecil dalam cara melayani dapat memberikan dampak besar
terhadap persepsi masyarakat terhadap layanan PLN.
"Kami ingin masyarakat merasakan perubahan nyata saat
berinteraksi dengan PLN. Ketika pelanggan datang ke kantor atau bertemu petugas
kami di lapangan, mereka harus merasa dihargai, disambut dengan baik, dilayani
dengan ramah, serta melihat petugas yang tampil rapi dan profesional.
Pengalaman positif seperti inilah yang ingin terus kami bangun," ujar
Alexander.
Menurutnya, pelayanan yang baik bukan hanya soal
menyelesaikan pekerjaan teknis, tetapi juga bagaimana PLN mampu menghadirkan
kenyamanan emosional bagi masyarakat saat membutuhkan layanan kelistrikan.
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Ratna yang
merupakan petugas frontliner ULP Sanur menilai kegiatan ini membantu petugas
memahami pentingnya cara berkomunikasi dengan pelanggan.
“Melalui kegiatan ini, kami diingatkan kembali bahwa cara
menyampaikan informasi kepada pelanggan sama pentingnya dengan pekerjaan
teknis. Pelanggan perlu dilayani dengan sikap yang baik agar merasa nyaman,”
ungkapnya.
Selain peningkatan komunikasi, PLN juga memastikan petugas
hadir dengan penampilan yang rapi dan sesuai standar. Hal ini penting untuk
memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama saat petugas
melakukan pelayanan langsung di lokasi pelanggan.
Bagi masyarakat, penguatan ini dapat dirasakan melalui
penjelasan layanan yang lebih transparan, sikap petugas yang lebih responsif,
serta suasana pelayanan yang lebih tertib dan profesional.
PLN juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan
digital melalui aplikasi PLN Mobile guna mendapatkan layanan kelistrikan yang
lebih praktis dan transparan.
Dengan penguatan ini, PLN memastikan layanan listrik tidak
hanya andal, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi
masyarakat dalam setiap prosesnya. (lan/pln)
