Bidang Pertandingan PP PBSI, Nanang ( tengah) didampingi
Ketum Pengprov PBSI Bali I Wayan Winurjaya (dua dari kanan), Made Suwandhi (kanan)
dan Chandra Kusuma (kiri) saat meninjau GOR Liga Bali, Rabu (1/4/2026) (Foto:
PBSI Bali)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia
(PP PBSI) menyetujui GOR Liga Bali di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai,
Tohpati Depasar sebagai GOR Utama gelaran
Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulu Tangkis B, yang rencananya dihelat bulan Oktober
2026 mendatang.
“Selain GOR Liga Bali, PP PBSI yang diwakili Bidang
Pertandingan Pak Nanang juga menyetujui GOR Wijaya Badminton Hall, Jalan
Cekomaria, Denpasar sebagai GOR Pendukung Sirnas Bulu Tangkis B,” ucap Ketua
Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya, Rabu (1/4/2026).
Winurjaya mengatakan, PP PBSI menugaskan Bidang Pertandingan
untuk mengecek keberadaan GOR Liga Bali dan GOR Wijaya Badminton Hall. Dua GOR
itu memang diusulkan oleh PBSI Bali sebagai tempat Sirnas B.
Sirnas B diperuntukkan bagi pebulutangkis usia 15 tahun ke
bawah putra putri. Adapun kategori dan nomor yang dipertandingkan yakni Tunggal
Usia Dini Putra dan Putri, Tunggal Anak-anak Putra dan Putri, Ganda Anak-anak
Putra dan putri, Tunggal Pemula Putra dan Putri serta Ganda Pemula Putra dan
Putri.
GOR Liga Bali sebenarnya sudah pernah diperguanakan sebagai
GOR Utama saat Sirnas B tahun 2023 silam. Sedangkan GOR Pendukungnya saat itu
adalah GOR Udayana Denpasar.
Winurjaya mengatakan, kini pihaknya menunggu MoU dengan PP
PBSI terkait gelaran Sirnas mendatang. Ia menambahkan, Sirnas adalah salah satu
ajang bulutangkis berskala nasional dan merupakan kejuaraan yang dipakai
sebagai tolok ukur pembinaan prestasi bulu tangkis nasional.
Para pemain yang tampil dan sukses menjadi juara akan
mendapat poin dalam sistem ranking nasional. Ajang ini sekaligus dimanfaatkan
sebagai bagian dari proses pembinaan dan pematangan pemain-pemain muda
potensial.
“Kami menargetkan Sirnas B nanti diikuti 700 peserta dari
berbagai daerah di Indonesia, tahun 2023 yang lalu event ini diikuti 800
peserta sedangkan kami saat itu menargetkan 700 peserta,” demikian Winurjaya. (djo)
