Perspectives News

Menjadi Referensi Nasional, Inovasi 'Raditya' RPKD Denpasar Ditinjau Deputi KemenPANRB


 Ngurah Eddy Mulya saat mendampingi Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru, meninjau Inovasi Raditya (Radio Inklusi Menuju Kota Denpasar Maju dan Jaya) di Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar, Rabu (1/4). Foto: Hms. Dps. 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Setelah sukses mengukir prestasi nasional sebagai Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) 92,6 FM kini menjadi rujukan praktik baik bagi pengembangan radio inklusi di Indonesia. Hal ini terungkap saat Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru, meninjau langsung Inovasi Raditya (Radio Inklusi Menuju Kota Denpasar Maju dan Jaya) di Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar, Rabu (1/4).

Kehadiran rombongan Kementerian PANRB diterima langsung Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, didampingi Asisten Administrasi Umum I Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Kadis Kominfos I Gde Wirakusuma Wahyudi, serta Kabag Organisasi Luh Nyoman Endi Suari.

Dalam kunjungannya, Otok Kuswandaru bersama rombongan menyisir berbagai fasilitas di Gedung Kreatif DNA. Peninjauan dimulai dari ruang amphiteater, ruang diskusi, ruang pameran, ruang taksu, hingga melihat langsung dapur produksi di studio RPKD Kota Denpasar.

Deputi Otok Kuswandaru memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Pemkot Denpasar dalam melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat. Menurutnya, inovasi bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan upaya memberikan pelayanan yang optimal dan setara.

"Untuk memuaskan masyarakat memang memerlukan inovasi. Kami mengapresiasi inovasi 'Raditya' karena mampu memberikan pelayanan inklusif sesuai amanat undang-undang, di mana pelayanan publik wajib dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali," ujar Otok.

Sementara itu, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi motivasi bagi jajaran Pemkot Denpasar untuk menjaga keberlanjutan inovasi tersebut. Eddy Mulya menjelaskan bahwa ide utama dari Raditya adalah menyediakan ruang bagi kelompok yang selama ini jarang terakomodasi dalam media konvensional.

"Inovasi ini lahir dari kebutuhan masyarakat akan sarana komunikasi dan wadah berkreasi yang inklusif. Kami fokus memberikan ruang seluas-luasnya bagi kelompok disabilitas, lansia, hingga remaja rentan untuk berekspresi. Ini adalah komitmen kami mewujudkan Denpasar sebagai Kota Inklusi," tegasnya. (Ags/HumasDps)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama