Wagub Giri Prasta mendampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Muhammad Qodari dalam meninjau langsung pembangunan sekolah Rakyat di Desa Tulamben, Kubu Karangasem. (Foto: Hms. Prov. Bali)
KARANGASEM, PERSPECTIVESNEWS– Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, mencatatkan progres realisasi sebesar 19,41 persen hingga minggu ke-15 (5 April 2026). Proyek strategis senilai Rp255,5 miliar yang bersumber dari APBN 2025–2026 ini ditargetkan menjadi motor penggerak peningkatan SDM bagi masyarakat kurang mampu.
Hal tersebut mengemuka saat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Muhammad Qodari, meninjau lokasi proyek didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, Senin (6/4/2026).
Dalam tinjauannya, Muhammad Qodari menekankan pentingnya tiga variabel utama dalam pembangunan: kekuatan struktur, fungsi, dan estetika. Ia meminta pelaksana proyek bekerja sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
"Kehadiran kami untuk memastikan program berjalan sesuai rencana. Kami juga mencatat aspirasi daerah mengenai perluasan kriteria siswa (Desil 1 dan Desil 2) serta tantangan pola asrama, di mana ada kecenderungan siswa atau orang tua keberatan dipisahkan. Ini akan kami carikan solusi di tingkat kementerian pusat," ujar Qodari.
Pemerintah pusat berkomitmen menyiapkan tenaga pendidik terseleksi untuk sekolah ini. KSP meminta jajaran Pemerintah Provinsi Bali hingga kabupaten/kota untuk mempercepat pendataan siswa yang memenuhi syarat program afirmasi pendidikan berasrama gratis dari Kementerian Sosial.
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah kebutuhan mendesak untuk memutus rantai kemiskinan di Bali, khususnya di Karangasem.
"Sarana prasarana sudah sangat memadai, termasuk fasilitas laptop dan internet. Program ini harus dikoordinasikan dengan baik kepada orang tua agar visi menuju Indonesia Emas 2045 tercapai," tegas Giri Prasta.
Merespons usulan Kepala Dusun Tulamben, Nyoman Suastika, terkait penyerapan tenaga kerja lokal, pihak KSP dan Wagub menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk memfasilitasi warga setempat yang memenuhi syarat guna mengisi posisi guru, tenaga administrasi, hingga tenaga operasional di Sekolah Rakyat tersebut.
Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Kementerian PUPR, Jonny, melaporkan secara lingkup, pekerjaan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem meliputi pekerjaan persiapan dan SMKK; pembangunan gedung SD, SMP, dan SMA; kantin SD dan SMP-SMA; asrama putri dan putra masing-masing 4 gedung; rumah susun guru (2 gedung); gedung ibadah; pura; gedung serbaguna; gudang dan dapur; gudang perawatan; guest house; rumah pompa; tempat sampah; pos keamanan (2 gedung); serta lapangan dan kawasan. (*)