Perspectives News

Terima Kunjungan Komisi IX DPR RI, Pemkot Denpasar Tegaskan Komitmen Dukung Program Pemagangan Nasional


Wawali Arya Wibawa saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX, M. Yahya Zaini, terkait Program Pemagangan Nasional di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (16/4). Foto: Hms. Dps. 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Pemerintah Kota Denpasar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Pemagangan Nasional. Komitmen ini ditegaskan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (16/4).

Rombongan Komisi IX DPR RI dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi, M. Yahya Zaini, dan dihadiri segenap Anggota Komisi IX. 

Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa menyampaikan bahwa Pemkot Denpasar menilai program pemagangan merupakan wahana yang sangat efektif untuk menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja. Hal ini krusial guna mewujudkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar secara konsisten memastikan pelaksanaan pemagangan berjalan sesuai koridor hukum, khususnya Permenaker Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri. Konsistensi ini membuahkan hasil positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Denpasar.

“Berdasarkan catatan kami, secara umum sekitar 40 hingga 60 persen peserta pemagangan berpotensi direkrut menjadi pekerja tetap, terutama di sektor pariwisata dan jasa. Data ini menunjukkan bahwa pemagangan merupakan jembatan efektif dari dunia pendidikan menuju dunia kerja, sekaligus mendukung penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan daya saing SDM kita,” ujar Arya Wibawa.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, menjelaskan bahwa kunjungan spesifik ini bertujuan untuk mendalami berbagai isu strategis dan pengawasan terkait pelaksanaan program pemagangan nasional, khususnya bagi lulusan perguruan tinggi di sektor industri.

Ia mengakui, banyak lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, namun masih memerlukan penguatan keterampilan praktis (soft skill & hard skill) serta pemahaman mendalam mengenai kebutuhan riil di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Dalam konteks inilah pemerintah hadir memberikan dukungan melalui bantuan untuk meningkatkan kompetensi SDM, mempersiapkan lulusan baru (fresh graduate) memasuki dunia kerja, dan membuka peluang kesempatan kerja melalui program pemagangan yang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI,” papar Zaini.

Terkait pemilihan lokasi, Zaini membeberkan alasan strategis di balik kunjungan ke Kota Denpasar. Menurutnya, Denpasar merupakan pusat aktivitas ekonomi, pemerintahan, perdagangan, dan jasa di Provinsi Bali. Tingginya aktivitas ekonomi ini menciptakan kebutuhan besar akan tenaga kerja yang memiliki keterampilan praktis dan siap pakai.

“Posisi strategis Denpasar yang berdekatan dengan kawasan pariwisata internasional seperti Sanur, Kuta, dan Nusa Dua menjadikan kota ini lokasi ideal untuk pengembangan pemagangan, khususnya di sektor hospitality, kuliner, dan layanan jasa,” imbuhnya.

Zaini menambahkan, dengan karakteristik ekonomi yang berbasis jasa dan pariwisata, Kota Denpasar memiliki potensi besar untuk menjadi model percontohan (role model) pengembangan pemagangan berbasis industri jasa yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.

“Melalui fungsi pengawasan yang melekat pada Komisi IX DPR RI terhadap kebijakan pemerintah di bidang ketenagakerjaan, kunjungan kerja spesifik ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan program pemagangan, termasuk memetakan berbagai tantangan dan peluang pengembangannya ke depan,” pungkasnya.

Di akhir acara, dilaksanakan penyerahan secara simbolis santunan Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan jaminan beasiswa kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Ags/HumasDps). 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama