Perspectives News

Warga Gilimanuk Protes Bus dan Truk Masuk Gang Pemukiman

 


 

 

Sejumlah bus besar masuk gang pemukiman warga di Kelurahan Gilimanuk yang menjadi pemicu protes warga, Rabu (1/4/2026). (Foto: Warga Gilimanuk).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Amarah warga Kelurahan Gilimanuk akhirnya memuncak. Pada Rabu (1/4/2026) malam, warga melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk protes keras terhadap bus dan truk besar yang nekat menerobos gang-gang sempit permukiman demi menghindari kemacetan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Protes itu disampaikan kepada Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikuauma, setelah warga menilai kondisi tersebut tidak wajar dan membahayakan lingkungan sekitar.

Gang yang sejatinya diperuntukkan bagi kendaraan kecil kini berubah menjadi jalur maut.

Lonjakan volume kendaraan selama arus balik memicu kemacetan di jalur utama, yang kemudian dimanfaatkan oknum sopir bus dan truk untuk mengambil jalan pintas melalui kawasan padat penduduk.

Dampak dari aksi nekat ini mulai merusak fasilitas publik, seperti kerusakan badan jalan gang yang sempit mulai retak dan hancur. Kabel listrik dan kabel provider internet yang melintang rendah tersangkut hingga putus akibat dimensi kendaraan yang terlalu besar. Warga merasa terancam dengan kehadiran kendaraan berat di tengah lingkungan tempat tinggal mereka.

"Gang ini kecil, berada di tengah permukiman. Kalau dilewati truk dan bus, jelas berbahaya dan merusak!" tegas Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikuauma, mengutip keluhan warga, Kamis (2/4/2026).

Lurah Tony menegaskan, penggunaan gang sebagai jalur alternatif bukanlah instruksi pemerintah maupun otoritas pelabuhan. Hal ini murni inisiatif liar dari pengurus bus dan sopir yang tidak sabar mengantre.

"Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menertibkan kendaraan besar yang melintas sembarangan. Gang permukiman tidak diperuntukkan bagi bus dan truk," imbuh Tony.

Hingga Kamis (2/4) pagi, situasi di dalam gang dilaporkan mulai kondusif setelah warga melakukan pemblokadean secara mandiri. Kendaraan besar kini diarahkan kembali ke jalur utama dan kantong parkir pelabuhan.

Meskipun gang sudah steril, krisis kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk belum usai.

Ekor kendaraan di jalur utama terpantau sudah mendekati area gereja. Kemacetan terparah justru terjadi di Pelabuhan Ketapang, di mana ribuan kendaraan menuju Bali terjebak antrean hingga belasan kilometer.

Diduga berakhirnya kebijakan pembatasan angkutan barang memicu lonjakan truk yang bertemu dengan puncak arus balik pemudik.

Warga kini mendesak langkah tegas dari otoritas perhubungan agar "invasi" kendaraan berat ke jalur permukiman tidak terulang kembali di masa mendatang. (dik)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama