Ketua Umum PB Kodrat, Dr. H. Bambang Soesatyo, SE., SH., MBA
(kiri) menyerahkan pataka kepada Ketua Umum Pengprov Kodrat Bali I Gusti Ngurah
Jaka Pratidnya saat pelantikan di Gedung Sewaka Dharma Denpasar, Minggu
(31/5/2026). (Foto: djo)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung
Derajat (PB Kodrat) Dr. H. Bambang Soesatyo, SE., SH., MBA melantik dan
mengukuhkan Pengurus Provinsi (Pengprov) Kodrat Bali masa bhakti 2025-2029 di
Gedung Sewaka Dharma Denpasar, Minggu (31/5/2026).
Bamsoet berharap Kodrat Bali bisa berprestasi lebih tinggi
lagi dari sebelumnya di event nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
Bahkan, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan Wakil Ketua MPR
RI, ini meminta Kodrat Bali meraih 5 medali emas pada PON XXII/2028 NTB-NTT.
“Apakah kalian sanggup menaikkan perolehan medali emas dari
PON sebelumnya menjadi 5 emas di PON tahun 2028 nanti?,” tanya Bamsoet, yang
dijawab oleh pengurus Pengprov Kodrat Bali periode 2025-2029 dengan serentak: “Sangguuuppp....”.
Pengprov Kodrat Bali masa bhakti 2025-2029 yang dilantik,
antara lain Ketua Umum I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya (Turah Joko) dibantu
seorang ketua harian, tiga ketua bidang dan tiga wakil ketua bidang. Sedangkan jabatan
Sekum Kodrat Bali masih dijabat Agung Bagus Tricandra Arka yang juga Binpres
KONI Bali.
Bamsoet juga berharap kepada Pengprov Kodrat Bali untuk terus
membesarkan cabor ini sehingga nantinya dipertandingkan secara resmi di SEA
Games tahun 2027 di Malaysia.
Membesarkan olahraga tarung derajat, Bamsoet bilang, tidak
saja soal prestasi dan mengenalkan olahraga beladiri asli Indonesia ini di
negara-negara Asia Tenggara sehingga dipertandingkan di SEA Games, tetapi juga
keberadaannya harus mampu menjaga kehidupan sosial masyarakat agar tidak
menimbulkan keresahan.
“Kemampuan beladiri yang kita miliki untuk menjaga situasi
yang kondusif, mulai dari tetangga kita, keluarga kita itu diusahakan, karena
filosofi tarung derajat bukan untuk menyerang melainkan bertahan,” ucap
Bamsoet.
Pengurus Provinsi Kodrat Bali yang dilantik Ketum PB Kodrat Dr.
H. Bambang Soesatyo, SE., SH., MBA (Foto: djo)
Ketua Umum Pengprov Kodrat Bali, IGN Jaka Pratidnya
mengatakan, cabor ini penting artinya dalam mendongkrak posisi Bali dalam
peringkat perolehan medali di PON.
Saat PON XX/2021 di Papua, Turah Joko bilang Bali berada di
peringkat lima besar berkat prestasi yang ditorehkan tarung derajat Bali di PON
Papua, yang meraih 4 medali emas.
“Tarung derajat Bali mentradisikan medali emas setiap
gelaran PON, meski saat PON XXII tahun 2024 di Aceh-Sumut perolehan medali emas
turun dari 4 keping menjadi 3 keping emas 2 perak dan 3 medali perunggu,” ucap penglingsir
Puri Agung Jro Kuta ini.
Turah Joko yang menjadi ketum Kodrat Bali untuk ketiga
kalinya ini berterima kasih atas amanah kepercayaan yang diberikan kepadanya,
namun ia berharap ke depan ada kaderisasi.
Lebih jauh ia mengatakan, dengan kerja keras dan dedikasi
seluruh pengurus, ia yakin kodrat Bali lebih maju dan solid serta memberi
manfaat bagi masyarakat.
“Tarung derajat telah menjadi olahraga yang bermasyarakat di
Bali, kondisi ini hendaknya diikuti dengan pola pembinaan yang tepat,
berjenjang dan berintegrasi terlebih kita akan hadapi Porsenijar, Pra-PON dan PON
2028 yang merupakan titik puncak hasil pembinaan prestasi tingkat nasional,”
urainya.
Ia juga menyampaikan tantangan besar Kodrat Bali adalah mempertahankan
dan bahkan meningkatkan prestasi di PON mendatang, karenanya diperlukan
pembinaan sestimatis dengan modal antusias tinggi dari masyarakt Bali terharap cabor
tarung derajat yang asli Indonesia ini.
Dengan serangkaian agenda kejuaraan yang akan dilakoni
kodrat Bali, pihaknya berharap dan turut mendorong semakin maraknya
perkembangan tarung derajat di Bali.
“Untuk mencapai tujuan besar tersebut mari bersama kita
bangun fondasi kokoh untuk melahirkan atlet tarung derajat tangguh agar tradisi
medali emas PON jangan sampai hilang. Di Aceh (PON XXII/2024) persaingan sangat
keras dan cabor ini lebih merata perkembangannya di Indonesia, namun kami tetap yakin bisa mempertahankan
tradisi emas,” pungkasnya. (djo)

