CEO su-re.co Takeshi Takama saat memberikan pemaparan di lokakarya “From Waste to Harvest”, Kamis, 21 Mei 2026, di Noema Resort Pererenan, Badung, Bali. (Foto: Ist)
BADUNG, PERSPECTIVESNEWS-
PT Sustainability & Resilience atau su-re.co bersama JCI Japan, Noema
Resort Pererenan, dan Desa Pererenan berkolaborasi menggelar lokakarya “From
Waste to Harvest: Closing the Soil-to-Table Loop” pada Kamis, 21 Mei 2026, di Noema
Resort Pererenan, Badung, Bali.
Kegiatan ini menampilkan contoh sistem
sirkular yang menghubungkan pengumpulan limbah organik, proses pengomposan,
regenerasi tanah, budidaya tanaman, hasil panen, hingga konsumsi di sektor hospitality.
Melalui pendekatan ini, limbah organik
tidak hanya dipandang sebagai persoalan sampah, tetapi sebagai sumber daya yang
dapat dikembalikan ke tanah dan dimanfaatkan kembali dalam sistem pangan lokal.
CEO su-re.co Takeshi Takama mengatakan,
su-re.co berkontribusi melalui penyediaan Bio-fighter, yaitu campuran bakteri yang
dirancang untuk mempercepat proses pengomposan, menghilangkan efek bau dari
sampah, mengurangi lalat, meningkatkan kualitas kompos.
Sementara itu, JCI Japan di bawah
pimpinan Chairperson, Shunpei Komata, mendukung penguatan fasilitas pengelolaan
limbah di TPST Sudha Pertiwi Pererenan, yang menerima limbah organik dari rumah
tangga, restoran, dan hotel.
Noema Resort Pererenan berperan sebagai
mitra hospitality percontohan dengan menghubungkan hasil panen petani ke
pengalaman konsumsi di meja makan.
Peresmian TPST Sudha Pertiwi
Potong pita peresmian TPST Sudha Pertiwi di Pererenan, Badung, Kamis (21/5/2026). (Foto: Lan)
Sebelum digelar lokakarya “From Waste
to Harvest: Closing the Soil-to-Table Loop”, dilakukan peresmian penggunaan
fasilitas pengolahan sampah organik di TPST Sudha Pertiwi Pererenan, berupa
fermentation chamber atau bilik fermentasi limbah organik menjadi kompos.
Fasilitas ini dilengkapi oleh blower sebagai
mesin pembantu aerasi bakteri dari limbah organik yang diberikan Bio-fighter
su-re.co.
Fermentation chamber ini mempermudah
perubahan limbah organik menjadi kompos, yang mulanya memerlukan waktu lama
untuk menjadi kompos, dan dengan fasilitas dari JCI Japan dan su-re.co ini
mendukung percepatan jadinya kompos. Tanpa adanya bau menyengat dan mengurangi
hinggapnya lalat ditumpukan limbah organik.
Selain sesi diskusi, peserta juga
mengikuti berbagai kegiatan pengalaman praktis, termasuk kunjungan ke TPST
Sudha Pertiwi Pererenan, pengenalan pilot lab su-re.co, kegiatan penanaman
sayuran, panen tanaman mint dan microgreens yang menggunakan media tanam
dari pengolahan sampah, demonstrasi pembuatan selai dari buah-buahan segar yang
tersisa di Noema, dan makan siang dari bahan soil-to-table. (lan)

