Perspectives News

Petugas Gabungan Geledah Blok Hunian Sekaligus Sidak Urin Napi

 

 


Petugas gabungan kembali melakukan penggeledahan mendadak terhadap blok hunian Rutan Negara, yang dibarengi dengan sidak tes urin bagi para narapidana dan petugas, pada Jumat (8/5/2026). (Foto: dik/Perspectives)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Ketegasan dalam memberantas peredaran gelap narkoba dan barang terlarang kembali ditunjukkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara, pada Jumat (8/5/2026).

Petugas gabungan melakukan penggeledahan di blok hunian yang dibarengi dengan inspeksi mendadak (sidak) tes urin bagi para narapidana dan petugas.

Aksi nyata ini merupakan tindak lanjut langsung setelah seluruh jajaran Rutan Negara mengucapkan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone, Narkoba, dan Penipuan (Halinar).

Tak main-main, operasi ini melibatkan personel dari Polres Jembrana, Kodim 1617/Jembrana, Kesbangpol, Dinas Kesehatan, hingga Yayasan Bangsa-Bangsa Sejahtera (YBBS) untuk memberikan penyuluhan narkotika.

Dengan pengawalan ketat, tim gabungan menyisir setiap sudut kamar hunian secara teliti namun tetap humanis. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, di antaranya, benda tajam seperti paku, alat cukur, dan cutter. Selain itu, logam yang berpotensi dijadikan senjata tajam juga diamankan seperti sendok/garpu logam serta barang pecah belah, serta kartu remi dan barang terlarang lainnya.

Kepala Rutan Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, menegaskan bahwa barang-barang tersebut akan segera dimusnahkan.

"Bagi warga binaan yang terbukti memiliki barang-barang ini, akan kami proses lebih lanjut dan diberikan sanksi disiplin sesuai aturan sebagai efek jera," tegas Mahendra.

Guna memastikan lingkungan rutan benar-benar steril dari zat adiktif, tim medis mengambil sampel urin dari 10 warga binaan dan 10 petugas secara acak. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi adanya penyalahgunaan narkotika di dalam institusi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel dinyatakan negatif. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa komitmen integritas di Rutan Negara masih terjaga dengan baik dari pengaruh peredaran gelap narkoba.

Sebagai penutup rangkaian operasi, pihak Rutan bersama YBBS menggelar sosialisasi mengenai bahaya narkoba. Edukasi ini bertujuan membentengi mental para warga binaan agar tidak kembali terjerumus dalam lingkaran hitam narkotika, baik selama di dalam rutan maupun saat kembali ke masyarakat nantinya.

Sinergitas lintas sektor ini diharapkan mampu mempertahankan standar pengawasan tinggi dan mewujudkan Rutan Kelas IIB Negara sebagai lembaga pembinaan yang aman dan berintegritas. (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama