Gubernur Koster dalam acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali yang digelar di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Kamis (7/5). (Foto:Hums.Prov.Bali)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Suasana hangat dan kekeluargaan menyelimuti acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali yang digelar di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Kamis (7/5). Di tengah penampilan seni budaya dari siswa SMK Negeri 5 Denpasar, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemprov Bali untuk terus mempererat sinergi dengan Kejaksaan dalam mengawal pembangunan dan penegakan hukum di Pulau Dewata.
Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyambut hangat Kajati Bali yang baru, Setiawan Budi Cahyono. Koster menyebut bertugas di Bali memberikan dua keuntungan sekaligus.
"Bertugas di Bali dapat dua, Pak. Tugas utama sebagai Kajati, dan bonusnya adalah hiburan serta wisata. Jika orang lain harus membeli tiket untuk berwisata, Bapak cukup berkeliling sambil bertugas menikmati Bali dari utara hingga selatan," seloroh Koster yang disambut tawa hadirin.
Di balik candaan tersebut, Koster menekankan harapan besar agar Kejati Bali terus memperkuat kolaborasi dalam mengawal program pembangunan daerah maupun nasional yang tengah pesat di Bali. Menurutnya, agenda strategis nasional di Bali memerlukan pengawasan dan pendampingan hukum yang ketat agar berjalan tertib.
“Kami berharap kerja sama dengan Kejati Bali terus berjalan baik, terutama dalam mendampingi program pemerintah pusat yang cukup banyak di sini. Pemprov Bali tentu mendukung penuh pelaksanaan tugas Kejati,” tegas Koster.
Gubernur juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kajati sebelumnya, Chatarina Muliana, yang kini mengemban amanah baru di Kejaksaan Agung. Selama enam bulan menjabat, Chatarina dinilai sukses membangun hubungan harmonis di lingkungan Forkopimda.
"Hubungan Forkopimda di Bali sangat akur, namun tetap profesional dalam koridor hukum masing-masing," tambahnya.
Chatarina Muliana pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh Pemprov Bali. Menurutnya, Bali meninggalkan kesan mendalam karena soliditas lintas lembaganya yang sangat responsif terhadap isu strategis, terutama ekonomi dan lingkungan.
Kajati Bali yang baru, Setiawan Budi Cahyono, menyatakan bahwa dirinya tidak asing dengan Bali. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada JAM Intel Kejagung dan sering memantau proyek nasional di Bali.
“Kami hadir untuk mendukung penuh program pembangunan Pemprov Bali melalui fungsi intelijen dan pendampingan hukum demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Setiawan.
Acara pisah sambut ini menjadi momentum penting untuk mempertegas bahwa stabilitas dan kemajuan Bali bergantung pada kolaborasi kokoh antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan. (*)